JawaPos.com – Industri haji dan umrah dinilai menghadapi tantangan untuk tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan pembinaan jamaah.
Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) di Kota Batu, Jawa Timur.
Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengajak penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah menerapkan konsep Travel Beyond Profit, yakni menjalankan usaha dengan mengedepankan amanah, profesionalisme, integritas, serta manfaat yang lebih luas bagi jamaah.
Menurut Dahnil, kepercayaan jamaah merupakan aset utama yang harus dijaga melalui tata kelola perusahaan yang sehat dan akuntabel.
Baca Juga: Kemenhaj Usulkan Anggaran Rp 4 Triliun untuk DP Operasional Haji 2027
"Penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Melalui semangat Travel Beyond Profit, pelaku usaha perlu membangun bisnis yang berlandaskan amanah, integritas, profesionalisme, inovasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggara juga memiliki tanggung jawab membekali jamaah melalui pembinaan dan manasik yang memadai agar ibadah dapat dijalankan dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Selain peningkatan layanan, Dahnil juga mendorong pelaku industri mulai melihat peluang diversifikasi usaha. Salah satunya melalui pengembangan pariwisata dua arah (two-way tourism) antara Indonesia dan Arab Saudi, sehingga hubungan kedua negara tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sektor pariwisata.
Baca Juga: KPK Segera Adili Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Gus Yaqut: Agar Terbuka yang Benar dan Salah
Ketua Umum ASPHIRASI, Amaludin Wahab, menyambut arahan tersebut dan menilai konsep Travel Beyond Profit menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggara tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha.
"Konsep Travel Beyond Profit menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggara haji dan umrah tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kualitas pelayanan, integritas, pembinaan jamaah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata Amaludin.
Senada, Sekretaris Jenderal ASPHIRASI, Retno Anugerah Andriyani, mengatakan hasil Mukernas akan menjadi dasar organisasi untuk memperkuat kompetensi anggota, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mempererat kolaborasi dengan pemerintah.
Isu peningkatan kualitas layanan haji dan umrah menjadi perhatian di tengah tingginya minat masyarakat Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci.
Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah jemaah umrah Indonesia telah mencapai lebih dari 1,4 juta orang pada 2024, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pengirim jemaah umrah terbesar di dunia. Kondisi tersebut membuat penguatan tata kelola, transparansi, dan kualitas layanan dinilai semakin penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.