JawaPos.com – Pemanfaatan teknologi akan dimaksimalkan dalam persiapan penyelenggaraan haji mulai tahun 2027.
Salah satu program yang jadi prioritas dalam pemanfaatan teknologi adalah percepatan penerbitan visa bagi calon jamaah haji. agar mereka bisa lebih awal mendapat kepastian bisa menunaikan haji di tanah suci.
Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf saat membuka International Islamic Expo (IIE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/6).
Dia menjelaskan, Kemenhaj akan memprioritaskan percepatan penerbitan visa melalui integrasi data dan digitalisasi layanan.
Baca Juga: 84 Jamaah Haji Debarkasi Surabaya Wafat, Mayoritas Berstatus Risti dan Punya Komorbid
Selain itu, akan ada penguatan standar asrama haji, peningkatan pengawasan penyelenggara, serta penyediaan layanan yang lebih ramah bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan berisiko tinggi.
Menurut dia, transformasi penyelenggaraan haji tidak boleh berhenti pada perubahan kelembagaan semata. Melainkan harus diwujudkan melalui sistem pelayanan yang lebih efektif.
"Transformasi harus hadir dalam sistem, regulasi, data, standar pelayanan, dan pengawasan agar setiap jemaah merasakan pelayanan yang semakin baik," ujar Irfan.
Ia mengatakan, pembentukan Kemenhaj merupakan bagian dari reformasi tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Kehadiran Kemenhaj diharapkan mampu mempercepat pengambilan kebijakan sekaligus mengintegrasikan data, sumber daya manusia, aset, dan sistem pelayanan.
Baca Juga: Kementerian Haji dan Umrah Dorong Digitalisasi Layanan, Optimalkan Potensi Ekonomi Dua Juta Jemaah
Menurut Irfan, transformasi tersebut diarahkan untuk mencapai tiga sasaran utama haji. Yakni sukses ritual, sukses pengembangan ekosistem ekonomi haji, serta sukses keadaban dan peradaban.
Pengalaman penyelenggaraan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang melayani 203.149 jemaah dalam 527 kloter bisa jadi landasan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta IEE 2026, PT Indo Artha Multitek memperkenalkan berbagai inovasi teknologi kesehatan dan sistem digital untuk mendukung transformasi layanan haji dan umrah di Indonesia.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Smart Body Composition Analyzer. Itu adalah alat analisis komposisi tubuh yang mampu mengukur lebih dari 40 parameter kesehatan dalam waktu singkat.
Alat tersebut dinilai dapat mendukung program istitha'ah kesehatan haji melalui skrining kesehatan calon jemaah sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan meliputi indeks massa tubuh, persentase lemak, massa otot, kadar air tubuh, metabolisme basal, usia biologis, hingga skor kesehatan.
IIE 2026 yang berlangsung pada 26-28 Juni 2026 diikuti lebih dari 100 peserta pameran, sekitar 3.000 buyer, serta delegasi dari 16 negara.
Forum tersebut menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional dalam memperkuat ekosistem haji dan umrah Indonesia.