← Beranda
Saudi Rilis Jadwal Persiapan Haji 2027, Kemenhaj Mulai Susun Komponen Biaya Haji
Bayu PutraKamis, 4 Juni 2026 | 20.43 WIB
Suasana pelayanan kesehatan jamaah haji di tenda Arafah. Seiring dirilisnya jadwal persiapan haji 2027 oleh Saudi, Kemenhaj RI juga mulai menyusun jadwal mengikuti timeline Saudi. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Puncak haji 2026 baru saja usai. Namun, Arab Saudi telah merilis jadwal persiapan haji 2027 agar pelayanan kepada jamaah haji bisa meningkat.

Fokus utamanya adalah merampingkan layanan jamaah haji, meningkatkan kualitas akomodasi, hingga memperkuat pengawasan operasional haji.

Dilansir dari Gulf news, salah satu perubahan yang akan diterapkan tahun depan adalah pengenalan model layanan terintegrasi antara akomodasi, transportasi, dan konsumsi dalam satu paket.

Mulai 30 Juni 2026, seluruh kantor urusan haji (KUH) dari berbagai negara maupun penyedia layanan swasta sudah mulai bisa melakukan booking akomodasi di Makkah dan Madinah.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Wafat Turun 34 Persen, Wamenhaj Dahnil: Efek Istithaah Kesehatan Ketat

Pihak yang ingin mempertahankan lokasi akomodasi mereka saat ini akan mendapatkan prioritas saat mengontrak paket layanan 2027. Periode reservasi akan berakhir pada 13 Agustus 2026.

Berikut Jadwal Operasional Musim Haji 1448 Hijriah/2027 Masehi:

15 Muharam 1448 H/30 Juni 2026: Booking akomodasi di Makkah dan Madinah. Termasuk lokasi, jenis hotel, dan peringkat Bintang.

1 Safar 1448 H/15 Juli 2026: Transfer dana ke dompet elektronik Nusuk Masar dan penujukan maskapai serta pintu masuk udara.

15 Safar 1448 H/29 Juli 2026: Konfirmasi retensi kemah, kontrak paket komprehensif, dokumentasi kontrak angkutan udara, preferensi distribusi kartu nusuk, dan penyelesaian input preferensi akomodasi.

Baca Juga: Kemenhaj akan Bentuk Daerah Kerja Khusus Armuzna untuk Haji 2027, Perbaiki Kualitas Layanan

30 safar 1448 H/13 Agustus 2026: Batas akhir bookig akomodasi dan konfirmasi retensi kemah, serta penambahan operator perjalanan haji.

1 Rabiulawal 1448 H/14 Agustus 2026: Rapat persiapan preferensi pergerakan jamaah, kontrak layanan medis dan media, dan unggah data jamaah.

15 Rabiulakhir 1448 H/26 September 2026: Batas akhir pengumuman pendaftaran haji, penunjukan maskapai, kontrak layanan medis dan media, dan unggah data anggota KUH.

28 Jumadilawal 1448 H/8 November 2026: Penandatanganan perjanjian pengaturan urusan haji, perjanjian preferensi pergerakan jamaah, dan batas akhir dokumentasi kontrak masakapai.

15 Rajab 1448 H/24 Desember 2026: Batas akhir transfer dana kontrak paket dan penyetoran ke dompet elektronik Nusuk Masar.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Dilarang Bawa Air Zamzam di Koper, Pasti Dapat 1 Galon di Tanah Air

15 Sya’ban 1448 H/23 Januari 2027: Batas akhir kontrak paket komprehensif melalui Nusuk Masar.

20 Sya’ban 1448 H/28 Januari 2027: Batas akhir unggah data jamaah, pelatihan wajib, dan dimulainya penerbitan visa haji.

1 Syawal 1448 H/9 Maret 2027: Batas akhir penerbitan visa dan izin membawa obat via Nusuk Masar.

1 Zulqa’dah 1448 H/8 April 2027: Batas akhir pengajuan pembatalan visa dan dimulainya kedatangan jamaah haji ke tanah suci.

20 Zulqa’dah 1448 H/27 April 2027: dimulainya kunjungan inspeksi kemah bersama syarikah.

Baca Juga: Menhaj Irfan Antar Jamaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air, Minta Maskapai Jangan Ada Delay

Sementara itu, Koordinator Media Center Haji 2026 Kemenhaj RI Hasan Afandi menjelaskan, pihaknya tengah menyusun timline sendiri menyesuaikan dengan timeline pemerintah Saudi.

“Sehingga kemudian kita kemenhaj RI itu menentukan kapan mulainya pelunasan, pemeriksaan kesehatan, pengumuman data jamaah yang berhak berangkat, tahap 1 tahap 2 pelunasan, pembahasan biaya Haji, dan seterusnya,” terangnya, dikutip Kamis (4/6).

Pada musim haji tahun ini, lanjut Hasan, kemenhaj sudah sangat patuh ada jadwal yang ditetakan Saudi.

Dia mencontohkan batas akhir penerbitan visa 1 Syawal, Kemenhaj bisa selesai lebih awal. “Jadi sebelum lebaran semua visa jamaah sudah keluar,” jelasnya.

Begitu pula proses-proses lain yang dilakukan secara paralel. Seperti mencari hotel, katering, dan syarikah, itu dilakukan bersamaan dengan pembahasan biaya haji.

Baca Juga: Kuota Haji 2027 Berpeluang Tetap 221.000, Menhaj Irfan: Ada Kemungkinan Muncul Tambahan Kuota

“Makanya, sekarang kami sebenarnya sudah mulai menyusun komponen biaya Haji tahun 2027. Sudah mulai (dilakukan) sekarang,” imbuh Hasan.

EDITOR: Bayu Putra