JawaPos.com – Selesai sudah rangkaian puncak ibadah haji 2026. Meski masih ada sebagan jamaah haji yang baru akan melaksanakan tawaf Ifadah, Sa’i, dan tahalul tsani.
Menteri haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf terlihat lega, meski tampak mengalami kelelahan usai memimpin jalannya rangkaian puncak ibadah haji selama lima hari.
Namun, ia memberi catatan khusus soal situasi di Mina. “Jujur untuk Mina kemarin saya jauh dari puas. Sehingga tahun depan harus kita cermati lagi bagaimana pergerakan di Mina,” terangnya, Minggu (31/5) di Makkah.
Sebab, tenda-tenda di Mina memang sangat terbatas jumlahnya, dan harus menampung jamaah haji dalam jumlah besar.
Baca Juga: Jamaah Haji Laksanakan Tawaf Ifadah dan Sa'i, Tuntaskan Rangkaian Ibadah Haji
Karena itu, perlu pengaturan layanan yang lebih cermat pada musim haji tahun depan, untuk mengantisipasi kondisi yang ada.
“Mina ini memang sangat terbatas, sementara jamaahnya setiap tahun berusaha ditambah oleh Saudi, sehingga kita harus benar-benar cermat di sini,” lanjutnya.
Meski demikian, secara umum dia menyebut fase pemulangan jamaah haji dari Mina berjalan lancar, bahkan lebih cepat dari target.
“Pada pukul 15.00 (Sabtu) waktu Arab Saudi, seluruh jamaah haji Indonesia yang berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah,” tuturnya.
Mereka adalah jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani. Ada sekitar 65 ribu jamaah yang mengambil nafar tsani.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Mulai Kembali ke Tanah Air, Jangan Bawa Air Zam-Zam Dalam Koper
Sebagian pulang lewat jamarat sekalian melontar jumrah, sebagian lagi pulang ke Makkah menggunakan bus yang disediakan.
Mina menjadi fase terberat selama puncak haji. Selama 2-3 malam, jamaah haji tidur di tenda-tenda mina, kemudian berjalan lebih dari 6 km pulang pergi ke Jamarat untuk melontar jumrah setiap hari.
Sebagian jamaah menyiasatinya dengan melontar jumrah hari tasyrik pertama menjelang tengah malam, kemudian menunggu di jamarat hingga subuh untuk melontar jumrah lagi untuk hari tasyrik kedua.
Sementara, puluhan ribu jamaah haji memilih tanazul, baik yang diprogramkan maupn yang tanazul mandiri.
Mereka adalah jamaah haji yang hotelnya berada di sekitar jamarat. Sebagian jamaah berangkat ke Jamarat menjelang maghrib dan pulang setelah tengah malam agar memenuhi syarat mabit di Mina, yakni separuh malam.
Baca Juga: Jemaah Haji Berpamitan dengan Tawaf Wada dan Doa di Masjidil Haram