JawaPos.com – Raut wajah Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak langsung berubah saat mengunjungi tenda-tenda jamaah haji Indonesia di Arafah, Kamis (21/5) sore waktu Arab Saudi.
Ia mendapati di hampir setiap tenda telah terpasang penanda milik kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU).
Hal itu menimbulkan kesan seolah tenda bertanda tersebut hanya diperuntukan bagi jamaah yang tergabung dalam KBIHU yang menempel tanda.
“Jangan dibiarkan ada yang nempelin gini. Tidak boleh ada KBIHU yang nempel kayak begini,” ucap Dahnil sembari mencopot paksa penanda milik KBIHU di salah satu tenda.
Baca Juga: Jamaah Haji Bergerak ke Arafah Mulai 8 Zulhijjah Pagi, Ini Skema Pergerakan Bus di Armuzna
Hal itu diamini pula oleh Menhaj Mochamad Irfan Yusuf yang berada di lokasi yang sama. Ia mengatakan, tanda KBIHU acapkali membuat jamaah di luar KBIHU terhalang untuk masuk.
“Orang di luar KBIHU ini, nanti jadinya tersisih, nggak boleh masuk,” terang Irfan. Tentu saja itu tidak adil bagi jamaah mandiri yang tidak bergabung dalam KBIHU.
Dalam kesempatan itu, Dahnil menegaskan bahwa yang berwenang mengatur penempatan jamaah haji di tenda-tenda di Arafah dan Mina adalah PPIH Arab Saudi, bukan KBIHU.
“Kami nggak peduli, yang nggak tertib dengan Kementerian Haji dan Umrah, kita tutup KBIH yang bandel-bandel begini,” tegas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.
Hal senada disampaikan Irfan Yusuf. “Tulisan kloter sekian dari embarkasi mana, itu cukup. Tidak ada tambahan lain,” timpalnya.
Baca Juga: 30 Jamaah Embarkasi Surabaya Gagal Berangkat pada Musim Haji 2026
Dahnil menjelaskan, cukup banyak KBIHU yang badel dan memasang penanda maupun nama di tenda, seolah-olah tenda itu hanya untuk kelompok mereka.
“Itu akan merusak tata kelola, dan akan mengorbankan jamaah nanti. Karena ada jamaah yang tidak kebagian tenda,” jelas Dahnil.
Dia mengungkapkan, tahun lalu KBIHU berebut untuk menempelkan tanda namanya di tenda di Arafah.
Setelah mengklaim tenda untuk jamaah, mereka melarang jamaah lain di luar KBIHU tersebut untuk menempati tenda yang sudah ditandai.
Dahnil memastikan PPIH Arab Saudi akan membagi tenda secara adil. Caraya adalah dengan memasang daftar nama jamaah haji di tidap tenda dengan berbasis kloter. Sehingga jamaah mengetahui di mana ia akan ditempatkan.
Baca Juga: Purbaya Batal Naik Haji Tahun ini, Sebut Belum Rezekinya
“Kalau ada tenda yang kurang, maka syarikah harus segera menyediakan,” imbuh Dahnil.