← Beranda
3 Juta Porsi RTE Siap untuk Konsumsi Puncak Haji dan Praarmuzna, Tahan 18 Bulan
Bayu PutraRabu, 20 Mei 2026 | 04.52 WIB
Contoh menu makanan ready to eat (RTE) yang disiapkan untuk masa pra armuzna dan puncak haji 2026. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

JawaPos.com – Makanan siap santap atau ready to eat (RTE) disiapkan untuk konsumsi jamaah haji menjelang dan selama masa puncak haji.

Kementerian Haji dan Umrah RI telah menyiapkan beragam menu untuk jutaan porsi RTE bagi jamaah haji.

“Total RTE yang kita butuhkan terutama disaat di Armuznah, ini total adalah 3.082.200,” terang Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi di Makkah, Selasa (19/5).

Jumlah itu dibagi dalam dua fase. Pertama adalah fase praarmuzna, sebanyak 1.232.520 porsi. Kemudian, fase Armuzna sebanyak 1.849.680 porsi.

Baca Juga: Jarak Terowongan Mina ke Pintu Jamarat Minimal 4,5 Km PP, Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik

“Sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel di mana para jamaah tinggal,” lanjutnya.

Menu yang disediakan masih sama seperti konsumsi haji pada umumnya, yakni masakan khas Indonesia.

Beberapa menu yang sampelnya sudah didapat Media Center Haji di antaranya nasi uduk, rendang daging kacang merah, semur ayam kacang merah, kari ayam, dan gulai ayam.

Kemudian, kemasannya dibuat pouch, sehingga mudah dibuka oleh jamaah haji. Tiap porsinya pun cukup mengenyangkan, yakni 150 gram. Baik untuk nasi maupun lauknya.

“Kita tidak membutuhkan treatment apa-apa lagi. Jadi ini sudah bisa langsung dibuka, dimakan. Tidak perlu dipanaskan, tidak perlu mendapatkan perlakuan-perlakuan yang lain,” jelasnya.

Baca Juga: PPIH Bentuk Timsus Mina untuk Tangani Jamaah Haji Murur di Mina, Siaga Sejak 8 Zulhijjah

Nantinya, di lapangan akan ada petugas yang mengarahkan jamaah mengenai cara mengonsumsi RTE.

Jaenal mengatakan, dalam pengalaman sebelumnya, umumnya jamaah senang dengan makanan RTE meski belum pernah mengonsumsi.

“Ini saking senangnya kadang para jamaah ini (RTE-nya) dibawa sebagai oleh-oleh pulang ke Indonesia,” imbuh Jaenal. Sebab, makanan ini tahan hingga 18 bulan.

 

EDITOR: Bayu Putra