← Beranda
Jarak Terowongan Mina ke Pintu Jamarat Minimal 4,5 Km PP, Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik
Bayu PutraSenin, 18 Mei 2026 | 20.29 WIB
Tampilan bangunan Jamarat dari luar. Jamaah Haji Indonesia harus siapkan fisik, karena melontar jumrah bisa sangat menguras tenaga. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH)

JawaPos.com – Sebagian besar ritual dalam ibadah haji bersifat fisik. Maka, jamaah haji harus mempersiapkan diri dengan baik, karena aktivitas fisiknya bisa sangat menguras tenaga.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Armuzna dan Linjam PPIH Arab Saudi Harun Ar-Rasyid Usman mengatakan, bila dihitung dari Terowongan Mina sampai pintu Jamarat, jamaah haji akan jalan kaki minimal 4,5 km pulang pergi.

Dalam kunjungan ke Tenda Mina dan Jamarat Minggu (17/5) sore Waktu Arab Saudi, tim Media Center Haji mengikuti simulasi perjalanan dari tenda mina menuju Jamarat.

Dari simulasi tersebut, diperkirakan jarak dari titik terluar tenda jamaah haji Indonesia di zona 3 Mina menuju pintu masuk jamarat lantai tiga sekitar 3 kilometer.

Jarak tersebut bisa ditempuh sekitar 40 sampai 45 menit jalan kaki. Namun, itu baru jarak dari pintu ke pintu.

Baca Juga: PPIH Bentuk Timsus Mina untuk Tangani Jamaah Haji Murur di Mina, Siaga Sejak 8 Zulhijjah

Belum dihitung jarak yang harus ditempuh saat jamaah beraktivitas di dalam Jamarat, yakni melontar jumrah. Juga jarak dari titik terluar tenda Mina ke tenda-tenda jamaah.

Artinya, sekali pulang pergi dari tenda Mina ke Jamarat, lalu melontar 3 jumrah dan kembali ke tenda, jamaah bisa menempuh jarak paling sedikit antara 7-8 kilometer.

Jarak tersebut berlaku bagi jamaah yang mendapat tenda di zona 3 Mina dan dalam keadaan normal, artinya tidak sampai terpisah rombongan. Bila sampai tersasar, bisa lebih panjang.

Untuk tenda, selain zona 3, jamaah haji Indonesia juga mendapat tenda di zona 5.

“Tergabung dalam 61 markaz, di mana ada markaz mulai dari markaz kecil ada yang di wilayah bawah, dan markaz besar di wilayah atas,” terang Harun. Setiap markaz meliputi sekian tenda.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Bawa 100 Slop Rokok ke Tanah Suci, Disita Bea Cukai Arab Saudi

Rencananya, jamaah yang mendapat tenda di zona 5 tidak akan menempati tendanya. Mereka akan menjalani program tanazul.

Artinya, setelah melontar jumrah mereka akan kembali ke hotel masing-masing yang ada di wilayah Syisyah dan Raudhah.

Hotel-hotel di dua wilayah ini hanya berjarak 2-4 kilometer dari Jamarat. Bandingkan dengan tenda Indonesia di zona 5 Mina yang berjarak sekitar 5-6 km dari pintu Jamarat.

Karena itu, program tanazul terus dimatangkan. Tujuannya agar jamaah haji Indonesia tidak menempuh jarak yang terlalu jauh untuk melontar jumrah, sehingga mengurangi risiko kelelahan.

Baca Juga: Nenek Jumariyah, Ikon Haji Indonesia Tiba di Makkah: Puluhan Tahun Menabung di Ember, Menangis Lihat Ka’bah

EDITOR: Bayu Putra