← Beranda
Hartati Musirun Mukmin Tetap Berangkat Haji Meski Rumah Tak Berbentuk Lagi, Yakin Allah Maha Kaya
Bayu PutraRabu, 13 Mei 2026 | 20.13 WIB
Hartati Musirun Mukmin (kiri) berfoto bersama Syaikh Abdullatif Baltou, Nazir Wakaf Habib Bugak Asyi sebelum penyerahan uang wakaf untuk jamaah haji Aceh, Selasa (12/5/2026). (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Tak pernah terbersit di benak Hartati Musirun Mukmin bahwa saat ini ia berada di tanah suci, bersiap untuk menunaikan haji.

Nyaris enam purnama lalu ia masih menatap nanar rumah peninggalan orang tuanya yang ia tempati di saptamarga, Aceh Tamiang, yang tenggelam oleh banjir bandang dan material longsor.

Material banjir dan longsor mengubur rumah itu setinggi lehernya, dan hingga saat ini pun ia belum tahu hendak berbuat apa atas rumah tersebut.

“Rumahnya belum bisa saya perbaiki, karena uang pun nggak ada untuk perbaiki rumah,” tuturnya lirih, saat ditemui JawaPos.com bersama tim Media Center Haji di Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel Makkah tempat ia tinggal Bersama jamaah asal Aceh lainnya, Selasa (12/5).

Baca Juga: Mengenal Jamarat, Tempat Jutaan Jamaaah Haji Sedunia Melontar Jumrah

“Saya pun nggak tahu ke mana saya harus mengadu. Cuma saya mengadunya sama Allah,” lanjutnya, sembari menahan isak tangis dan air mata yang telanjur tumpah ke pipi.

Terlebih, sebelum cobaan dahsyat itu menerpa, ia tinggal sendiri di rumah tersebut. Sang suami, Muhammad Sofyan, seorang polisi asal Bojonegoro, telah berpulang sejak 2014.

Tapi kini, ia berada di Tanah Suci. Bersama 5.425 jamaah haji lain asal Aceh, termasuk ratusan tetangganya di Aceh Tamiang.

Perempuan 56 tahun itu bersiap datang ke pusat semesta, Arafah. Mengadukan segala keluh kesah kepada Tuhannya, yang pada hari Arafah nanti turun ke langit dunia untuk menemui hamba-Nya.

“Dengan izin Allah, karena panggilan Allah, berkat anak-anak saya, saya bisa kemari,” tutur ibu tiga anak itu.

Baca Juga: Menengok Fasilitas di Adahi, Tempat Penyembelihan Hewan Dam Jamaah Haji di Makkah

Ketiga anaknya yang telah mentas memutuskan untuk patungan melunasi biaya haji Hartati yang saat itu masih kurang sekitar Rp 17 juta. Mereka mengupayakan sang ibu tetap berangkat.

Sebab, ia sendiri bingung saat diberi tahu oleh pewrwakilan Kementerian Haji dan Umrah bahwa akan berangkat haji di tahun 2026.

“Karena kita tuh nggak tahu uang di mana, ya saya bilang, Insya Allah, bu, mudah-mudahan ada rezeki dari mana. Saya bilang kayak gitu,” tuturnya.

Selain tak ada uang, seluruh dokumen kependudukannya hilang tak tersisa. KTP, KK, termasuk dokumen pendaftaran hajinya sudah tak jelas rimbanya.

“Air itu tiba-tiba langsung sreeet (menerjang) gitu naik. Jadi kita nggak bisa lagi sempat nyingkirkan (menyelamatkan). Barang tuh udah langsung habis, jadi nggak bisa diamankan lagi,” kenangnya.

Baca Juga: Tempe Orek 5 Kilogram Bikin Koper Jamaah Haji Indonesia Dibongkar Gara-Gara Petugas Bandara Curiga

Beruntung, datanya di kemenhaj dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil masih ada. Sehingga Hartati bisa mendapatkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk berangkat haji.

Jamaluddin Affan Asyi, Koordinator dan Pengendali Jamaah Haji Aceh menjelaskan, Pemerintah Aceh bersama pihak Imigrasi bergerak cepat untuk jemput bola pelunasan haji.

Bahkan, Imigrasi sampai membuka kantor di salah satu warung kopi, karena hanya warung itu yang WiFi-nya masih menyala.

Untuk mengurus paspor yang hilang, tak perlu prosedur normal. Karena memang tak ada lagi dokumen yang bisa jadi bukti pendukung.

Maka, jamaah haji Aceh cukup mencocokkan ulang sidik jari mereka di Dispendukcapil. "Dari situ datanya langsung keluar semua," tutur Jamal.

Baca Juga: 70% Jamaah Haji Aceh Korban Bencana, Penuhi Panggilan Haji Meski Kehilangan Harta Benda

Kini, di kota tempat lahirnya Nabi Muhammad, Hartati ingin lebih banyak bersyukur. “Walaupun saya nggak ada rumah, saya lebih dekat sama Allah,” ucapnya.

Ia meyakini betul janji Allah, bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Kalimat yang diulang dua kali seara berurutan di Alquran itu menjadi modal Hartati menjalani setiap detik di Tanah Suci.

“Mungkin pulang dari sini saya dapat rezeki. Entah rezeki apa saya nggak tahu, rahasia Allah. Cuma saya yakin saya pulang dari sini saya dapat rezeki dari Allah, itu aja yang saya yakin,” ucapnya dengan mantap.

Di Makkah, Hartati termasuk salah satu jamaah yang mendapatkan bantuan dana wakaf sebesar SAR 2.000 atau sekitar Rp 9,4 juta dari Badan Wakaf Masyarakat Aceh di Makkah, yakni Waqaf Baitul Asyi.

Ia berencana menggunakan uang tersebut untuk keperluan ibadahnya di Tanah Suci. Juga bentuk ibadah lain saat Kembali ke Indonesia.

Baca Juga: 6 Jenis Layanan Terpadu untuk Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas selama Musim Haji 2026

Ia masih menyimpan keinginan untuk ziarah wali songo di Jawa. Juga tengah menimbang-nimbang apakah kelak akan hijrah ke Jawa, ke kampung kelahiran almarhum suaminya.

Dari Makkah, Hartati berpesan pada keluarga dan seluruh Masyarakat Aceh. Apapun kondisinya, upayakanlah menabung untuk menunaikan ibadah haji.

Karena bagaimanapun haji adalah rukun Islam kelima. Bencana bukan alasan untuk tidak berangkat memenuhi panggilan Allah.

Karena bila Allah sudah memanggil ke Rumah-Nya, Dia pasti akan memampukan yang dipanggil. “Kan Allah itu Maha Kaya. Betul tidak?” tutupnya.

Baca Juga: Jamaah Haji Keluhkan Terminal Ajyad Padat, PPIH Terapkan Buka Tutup dan Percepat Keberangkatan Bus

EDITOR: Bayu Putra