JawaPos.com – Jamaah haji Indonesia yang masuk kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas diingatkan untuk berhati-hati saat menggunakan jasa pendorong kursi roda.
Sebab, tidak semua penjual jasa pendorong kursi roda di Masjidil Haram itu petugas resmi. Sebagian di antara mereka ilegal dan berpotensi menipu alias scam.
"Khawatirnya nanti ketika para jamaah didorong oleh petugas tidak resmi, itu pernah ada kejadian akhirnya ditinggalkan di tengah-tengah ibadah," terang Kepala daerah Kerja Makkah Ihsan Faisal, Sabtu (2/5) Waktu Arab Saudi (WAS).
Dia menjelaskan, saat ini Kementerian Haji dan Umrah memiliki layanan khusus Lansia dan Disabilitas (Landis) untuk melayani kelompok rentan.
Baca Juga: Fiqih Haji: 8 Syarat Sah Tawaf dan Tata Cara Pelaksanaannya dalam Ibadah Haji dan Umrah
Mereka bertugas menjamin keamanan ibadah kalangan lansia dan disabilitas selama musim haji.
Dalam hal kursi roda misalnya, Seluruh kebutuhan dikoordinasikan secara sistematis melalui laporan ketua kloter dari hotel tempat tinggal jamaah haji hingga pengecekan di terminal bus shalawat.
Karena itu, jamaah dilarang keras menggunakan jasa pendorong ilegal yang tidak mengenakan atribut resmi.
Apalagi, Aparat keamanan setempat saat ini tengah menggencarkan razia super ketat untuk menyapu bersih pendorong kursi roda ilegal di seluruh kawasan Masjidil Haram.
Ketika ada razia dari askar, para pendorong kursi roda ilegal ini akan langsung kabur. Dia meninggalkan begitu saja jamaah yang menggunakan jasanya, padahal sudah dibayar tinggi. Akibatnya, jamaah haji jadi telantar.
Baca Juga: Jamaah Haji Embarkasi Surabaya Mulai Tiba di Makkah, Ada 1 Hotel Diisi 1 Kloter
Sebagai Langkah pencegahan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi hanya menghubungkan jemaah dengan pendorong yang menggunakan rompi dan izin resmi.
Berbeda dengan pendorong kursi roda ilegal, jasa kursi roda resmi baru dibayar saat jamaah menyelesaikan rangkaian umrah.
Jemaah hanya perlu menyiapkan uang tunai sebesar 300 hingga 350 Riyal (SAR) untuk ongkos lelah jasa pendorong resmi tersebut dan diberikan saat tiba kembali di terminal.
Bila jamaah yang tadinya sanggup berjalan-tiba-tiba kelelahan di tengah prosesi ibadah, tidak perlu cemas.
Ratusan petugas PPIH berseragam telah disebar di berbagai titik strategis Masjidil Haram untuk memberikan pertolongan darurat.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Mulai Laksanakan Umrah Wajib, Pakai Strategi untuk Lindungi Perempuan
"Bisa langsung menghubungi atau kontak dengan para petugas kami di lapangan untuk dicarikan petugas pendorong yang resmi," imbuh Ihsan.