JawaPos.com - Jamaah haji Indonesia selama di Makkah mendapatkan fasilitas bus gratis untuk mengantar jemput mereka ke Masjidil Haram.
Transportasi yang dinamai Bus Shalawat itu beroperasi 24 jam dengan rute hotel jamaah-Masjidil Haram-hotel jamaah.
Sehingga kapanpun jamaah hendak beribadah di Masjidil Haram, ada transportasi yang siap mengantar.
JawaPos.com mencoba naik bus shalawat dari hotel jamaah yang terjauh, yakni hotel Al Hidayah di wilayah Aziziyah.
Baca Juga: Fiqih Haji: 8 Syarat Sah Tawaf dan Tata Cara Pelaksanaannya dalam Ibadah Haji dan Umrah
Sejak awal, bus melaju dengan kecepatan sedang. Paling tinggi 50 km/jam dan rata-rata di bawah itu.
Meski terbilang paling jauh, rute yang dilalui justru paling mudah. Karena melintasi jalur utama Makkah yang menuju ke kota Taif dan melewati Arafah.
Tidak banyak kendaraan berlalu lalang di jalur yang dilalui Bus Shalawat.
Hanya saja, karena ini adalah musim haji, penumpang bus tetap harus melalui pemeriksaan identitas di check point.
Ada dua check point di jalur yang dilintasi bus yang membawa JawaPos.com di dekat Masjidil Haram.
Baca Juga: Jamaah Haji Embarkasi Surabaya Mulai Tiba di Makkah, Ada 1 Hotel Diisi 1 Kloter
Pada check point pertama, bus Shalawat mengantre selama 2 menit. Tidak ada pemeriksaan dan bus diminta langsung jalan.
Sementara, begitu tiba di check point kedua yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, Bus diminta menepi.
Dua orang polisi naik ke bus. Mereka meminta JawaPos.com dan beberapa wartawan lain untuk menunjukkan kartu nusuk.
Setelah kami menunjukkan kartu nusuk, para petugas turun dari bus dan mempersilakan untuk melanjutkan perjalanan.
Kami berhenti selama tiga menit selama pemeriksaan di check point kedua.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Mulai Laksanakan Umrah Wajib, Pakai Strategi untuk Lindungi Perempuan
Secara keseluruhan, perjalanan dari hotel jamaah haji Indonesia di Al Hidayah Tower memakan waktu tepat 20 menit sampai terminal Jabal Ka'bah.
Itu sudah termasuk berhenti dua kali di check point untuk pemeriksaan kartu nusuk.
Perjalanan ditempuh dengan nyaman, karena kursi bus juga nyaman. Begitu pula tempat berdiri.
Ditambah lagi sopir bus menyetir dengan halus, dan nyaris tak pernah mengerem mendadak.
Dari terminal, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Hanya butuh 5 menit berjalan kaki dari terminal Jabal Ka'bah ke pelataran Masjidil Haram.
Al Hidayah Tower adalah kompleks hotel yang memiliki total 10 tower. Ada sekitar 21 ribu jamaah haji Indonesia yang menginap di hotel tersebut.
Baca Juga: Tala'al Badru Sambut Kedatangan Jamaah Haji Indonesia di Makkah untuk Memulai Rangkaian Ibadah Haji
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah berhitung soal waktu tempuh bus shalawat.
Tujuannya agar jamaah haji lebih cepat sampai di Masjidil Haram, tapi tetap nyaman di perjalanan.
"Paling lama Insya Allah 20 menit. Rata-rata 15 menit (perjalanan)," terangnya.
Selain itu, waktu tunggunya juga tidak lama. Sehingga jamaah haji juga segera bisa diantar ke Masjidil Haram.
Baik untuk melaksanakan umrah wajib, maupun melaksanakan ibadah-ibadah rutin lainnnya seperti shalat lima waktu.
Baca Juga: Perbedaan Haji Tamattu, Qiran, dan Ifrad, 3 Jenis Haji yang Bisa Dipilih oleh Jamaah Haji
"Keamanan Insya Allah kami jamin. Selama ini tidak ada kejadian-kejadian atau insiden soal keamanan di Bus Shalawat," imbuhnya.