JawaPos.com – “Dungakno lancar, ya, dungakno (doakan lancar ya, doakan)”. Hanya itu yang terucap dari bibir mbah Khusaeri Badrun, jamaah haji asal Tegal di Kloter SOC 1, Jumat (1/5).
Matanya berkaca-kaca saat meminta doa. Lantas, air matanya perlahan tumpah saat JawaPos.com menyentuh bahunya, sembari meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Bersama sang istri dan 358 jamaah haji embarkasi SOC 1 lainnya, pagi ini mbah Khusaeri untuk kali pertama seumur hidupnya melaksanakan umrah, sekaligus melihat Ka’bah secara langsung.
Mereka berbaris di depan hotel Luluat Albait tempat menginap selama di Makkah, menanti bus Shalawat nomor 6 yang akan mengantar mereka ke Masjidil Haram.
Baca Juga: Tala'al Badru Sambut Kedatangan Jamaah Haji Indonesia di Makkah untuk Memulai Rangkaian Ibadah Haji
Pensiunan petani berusia 84 tahun itu menolak untuk duduk beristirahat saat menanti bus yang akan membawanya ke Masjidil Haram.
Ia yakin betul tubuh ringkihnya sehat dan siap untuk menjalankan rukun Islam kelima. Matanya berbinar menunjukkan kesiapan untuk menjalankan perintah Tuhannya.
Muhammad Tasrifin Salim, Ketua Rombongan yang menaungi Mbah Khusaeri mengatakan, semua jamaah di rombongannya sudah siap untuk menjalankan umrah.
“Tadi malam sudah diberi kesempatan untuk istirahat setengah malam full. Insya Allah, teman-teman kami sudah merasa fresh dan insya Allah kami siap untuk melaksanakan beribadah umrah secara maksimal,” terangnya.
Dia menjelaskan, rombongannya sudah tiga kali menjalani manasik haji selama di Indonesia. Sehingga yakin para jamaah sudah memahami.
Baca Juga: Perbedaan Haji Tamattu, Qiran, dan Ifrad, 3 Jenis Haji yang Bisa Dipilih oleh Jamaah Haji
Sejumlah strategi juga disiapkan untuk memastikan para jamaah, terutama lansia dan Perempuan tetap aman selam prosesi umrah.
Jamaah akan dibagi per rombongan berisi 40 orang. Di Masjidil Haram, jamaah laki-laki membentuk ormasi U dengan jamaah perempuan terlindungi di tengah-tengahnya.
Menjelang keberangkatannya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab saudi kembali mengingatkan jamaah untuk tidak memberi tips kepada sopir bus shalawat.
Selain itu, juga diimbau menjaga kesehatannya. Tidak perlu sering-sering ke Masjidil Haram bila kondisi badan kurang fit.
Mereka diingatkan untuk menjaga kondisi tubuhnya agar sehat saat menjalani ibadah wukuf, mabit, lempar jumrah, dan tawaf ifadah saat puncak haji.
Baca Juga: Labbaik Allahumma Labbaik, Jamaah Haji Indonesia Bergerak ke Makkah untuk Rangkaian Haji
Sebab, para jamaah masih akan lama berada di Makkah sebelum puncak haji. Inilah momen yang menjadi tujuan Mbah Khusaeri dan jamaah haji lainnya datang ke Tanah Suci.