← Beranda
Begini Urutan Masuk Hotel saat Jamaah Haji Tiba di Makkah, Tinggal Bawa Badan
Bayu PutraMinggu, 26 April 2026 | 05.20 WIB
Penampakan lobi salah satu hotel yang akan ditemati jamaah haji Indonesia di Makkah. Para petugas haji Indonesia yang bertugas di Makkah sudah siap menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia. (Bayu Putra/JawaPos.com)

 JawaPos.com – Kurang dari sepekan ke depan, jamaah haji Indonesia kloter pertama akan mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah.

Para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang ada di Makkah pun makin intens mempersiapkan kedatangan jamaah.

Termasuk mengecek ulang kesiapan hotel-hotel di Makkah yang akan ditempati oleh jamaah haji Indonesia, yang berjumlah 177 hotel.

Lokasi hotel jamaah haji Indonesia dibagi dalam 10 sektor. Hotel-hotel itu berlokasi di wilayah Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, hingga Aziziyah.

Baca Juga: Dapur Konsumsi di Madinah Beroperasi, Jamaah Haji Dapat Makan Bergizi 3 Kali Sehari dengan Menu Indonesia

Kepala Daerah Kerja Makkah Ihsan Faisal menjelaskan, jamaah haji tidak perlu direpotkan oleh urusan barang bawaan. Semua koper akan ditangani oleh petugas PPIH di Makkah.

Ketika tiba di Hotel, jamaah haji akan dipersilakan melepas lelah sejenak di lobi. Sementara, para kepala rombongan akan menemui petugas PPIH bagian akomodasi untuk mendapatkan kunci kamar sesuai jumlah jamaah yang ia pimpin.

Satu kamar akan diisi oleh maksimal empat orang jamaah haji. Dan sebagaimana di Madinah, jamaah haji laki-laki akan dapat kamar terpisah dengan perempuan, meski berstatus suami istri.

Setelah mendapatkan kunci, jamaah haji dipersilakan langsung naik ke kamar masing-masing. ”Dan bagasi nanti diantarkan oleh para umal namanya, para pekerja dari syarikah,” terang Ihsan di Makkah, Sabtu (25/4).

Bagaimana bila ada jamaah yang ingin bertukar kamar? Menurut Ihsan, kamar sudah ditentukan oleh tim akomodasi di Makkah.

Baca Juga: 3.420 Jamaah Haji Embarkasi Surabaya 2026 Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci

“Biasanya ketika sudah mendapatkan masing-masing kamarnya, setelah itu mungkin kalau ada, tukeran (kamar) ya mungkin silakan lah,” lanjutnya.

Hal itu bisa dibicarakan dengan sesama jamaah. Yang terpenting, Ihsan memastikan bahwa tidak ada jamaah yang tertinggal. Semua akan dapat kamar.

Selain itu, meski kamar laki-laki dan perempuan terpisah, jamaah yang berada dalam satu rombongan akan mendapatkan kamar dengan posisi berdekatan. Setidaknya masih satu lantai.

Dengan demikian, tidak ada suami istri yang benar-benar terpisah. Posisi mereka tetap dekat, hanya berbeda kamar.

Baca Juga: Petugas Haji Didatangkan Lebih Awal ke Tanah Suci, Pastikan Layanan Siap Beroperasi saat Jamaah Haji Tiba

EDITOR: Bayu Putra