← Beranda
10 Etika Calon Haji di Tanah Suci yang Wajib Dipahami agar Ibadah Lancar dan Khusyuk
Fatah ElhuseinJumat, 24 April 2026 | 01.33 WIB
Ilustrasi jamaah di Masjidil Haram, Makkah. DJBC Kemenkeu memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak impor atas barang bawaan maupun barang kiriman jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026 (Bayu Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Menunaikan ibadah haji bukan hanya tentang kesiapan fisik dan finansial, tetapi juga kesiapan sikap dan etika selama berada di Tanah Suci. Lingkungan yang padat dengan jutaan jemaah dari berbagai negara menuntut setiap individu untuk menjaga perilaku agar tetap tertib dan saling menghormati.

Selain itu, Tanah Suci Makkah dan Madinah memiliki nilai kesakralan yang tinggi. Oleh karena itu, setiap jemaah diharapkan mampu menjaga adab sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat suci sekaligus wujud ketakwaan kepada Allah SWT.

Dilansir dari laman resmi Kementrian Agama Kabupaten Karimun dan La Raiba, etika yang baik akan membantu kelancaran ibadah sekaligus menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua jemaah. Berikut 10 etika penting yang wajib diketahui calon haji:

Baca Juga: 12 Tips Menabung untuk Haji: Cara Cerdas Kumpulkan Biaya agar Cepat Berangkat ke Tanah Suci

1. Menjaga Kebersihan dan Kesucian

Kebersihan menjadi hal utama selama berada di Tanah Suci. Jemaah wajib menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, menjaga kesucian saat beribadah juga menjadi bagian penting agar ibadah tetap sah dan khusyuk.

2. Menghormati Sesama Jemaah

Dengan jutaan orang berkumpul, sikap saling menghormati menjadi kunci. Hindari mendorong atau menyerobot antrean saat tawaf, sai, maupun saat mengambil air zam-zam. Bersabar dan memberi ruang kepada orang lain, terutama lansia, sangat dianjurkan.

3. Menghindari Perilaku yang Mengganggu

Jemaah diharapkan tidak berbicara keras, berdebat, atau melakukan hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. Suasana masjid harus dijaga tetap tenang agar semua orang bisa beribadah dengan nyaman.

4. Mematuhi Aturan yang Berlaku

Pemerintah Arab Saudi memiliki aturan ketat yang wajib ditaati. Misalnya, larangan membawa spanduk, tidak berkerumun terlalu lama, hingga tidak mengambil barang temuan. Kepatuhan terhadap aturan ini penting untuk menjaga keamanan bersama.

5. Berpakaian Sopan dan Sesuai Syariat

Penampilan juga menjadi bagian dari etika. Jemaah dianjurkan mengenakan pakaian yang rapi, sopan, dan sesuai aturan Islami. Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap tempat suci dan sesama jemaah.

6. Taqarrub: Mendekatkan Diri kepada Allah

Ibadah haji adalah momentum untuk memperbanyak dzikir, doa, dan ibadah. Menjauhi hal-hal yang dilarang menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

7. Tasamuh dan Ta'awun (Toleransi dan Tolong-Menolong)

Sikap toleransi dan saling membantu sangat dibutuhkan di tengah keramaian. Jemaah dianjurkan untuk saling memahami perbedaan dan membantu sesama, terutama yang membutuhkan.

8. Menjaga Sikap Ramah dan Sabar

Menampilkan wajah yang ramah dan sikap sabar sangat penting. Kondisi yang padat dan melelahkan sering kali memicu emosi, sehingga jemaah perlu mengendalikan diri agar tetap tenang dan positif.

9. Menghindari Aktivitas Berlebihan

Merekam video atau aktivitas lain sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan, apalagi menggunakan alat yang mencolok. Hal ini bisa mengganggu dan bahkan menimbulkan kecurigaan dari petugas.

10. Bersikap Qanaah dan Ikhlas

Jemaah harus memiliki sikap menerima (qanaah) terhadap segala kondisi yang dihadapi. Baik itu antrean panjang, cuaca panas, maupun situasi tak terduga lainnya, semua harus dijalani dengan ikhlas sebagai bagian dari ibadah.

Baca Juga: 7 Budaya Orang Arab yang Wajib Diketahui Calon Haji agar Tidak Kaget di Tanah Suci

EDITOR: Candra Mega Sari