← Beranda
5 Tips Selama di Pesawat untuk Jemaah Haji: Aman, Nyaman, dan Tetap Khusyuk
Nanda PrayogaSenin, 20 April 2026 | 21.56 WIB
Ilustrasi jemaah haji Embarkasi Surabaya saat tiba di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. (Dokumentasi PPIH Surabaya)

 

JawaPos.com - Perjalanan menuju Tanah Suci menjadi momen penting bagi jemaah haji, termasuk saat menempuh penerbangan yang memakan waktu cukup panjang. Kondisi di dalam pesawat yang berbeda dengan aktivitas sehari-hari membuat jemaah perlu beradaptasi, baik dari sisi kenyamanan maupun keselamatan.

Selain itu, banyak jemaah haji yang baru pertama kali naik pesawat, sehingga memahami aturan dasar penerbangan menjadi hal yang sangat penting. Kepatuhan terhadap instruksi kru kabin tidak hanya menjaga keselamatan pribadi, tetapi juga seluruh penumpang di dalam pesawat.

Agar perjalanan tetap lancar dan ibadah dapat dijalani dengan kondisi fisik yang prima setibanya di tujuan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama berada di dalam pesawat.

Berikut lima tips yang bisa menjadi panduan bagi jemaah haji!

1. Patuhi Larangan Mengaktifkan HP saat Dilarang

Penggunaan ponsel di dalam pesawat tidak bisa dilakukan sembarangan. Pada saat-saat tertentu seperti ketika pesawat akan lepas landas dan mendarat, seluruh penumpang diwajibkan untuk menonaktifkan perangkat elektronik atau mengaktifkan mode pesawat.

Baca Juga: Jangan Sampai Ketipu! Begini 5 Cara Deteksi Mobil Bekas Berkarat Sebelum Kamu Menyesal

Aturan ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk mencegah gangguan pada sistem navigasi pesawat.

Jemaah sebaiknya selalu memperhatikan pengumuman dari kru kabin dan mengikuti instruksi dengan disiplin. Jika ragu, lebih baik bertanya terlebih dahulu daripada melanggar aturan yang dapat berdampak pada keselamatan bersama.

2. Jangan Ragu Meminta Bantuan ke Pramugari

Kru kabin atau pramugari bertugas untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh penumpang. Jika jemaah membutuhkan bantuan, seperti kesulitan menyimpan barang di kabin atas, membutuhkan minuman, merasa kurang sehat, atau ingin menanyakan sesuatu, jangan ragu untuk meminta pertolongan.

Gunakan tombol panggil yang tersedia di atas kursi dengan sopan, lalu tunggu hingga pramugari datang. Sampaikan kebutuhan dengan jelas dan tetap menjaga etika komunikasi. Kru kabin sudah terlatih untuk membantu berbagai kondisi penumpang, termasuk jemaah lanjut usia.

3. Tidak Terburu-buru Berdiri Saat Pesawat Mendarat

Setelah pesawat mendarat, banyak penumpang yang secara refleks langsung berdiri untuk mengambil barang. Padahal, tindakan ini cukup berisiko, terutama jika pesawat masih bergerak menuju parkiran atau lampu tanda sabuk pengaman belum dimatikan.

Jemaah disarankan tetap duduk dengan sabuk pengaman terpasang hingga ada instruksi resmi dari kru kabin. Selain lebih aman, sikap tertib ini juga membantu menghindari penumpukan penumpang di lorong pesawat yang bisa memperlambat proses turun.

4. Gunakan Sabuk Pengaman dengan Benar

Sabuk pengaman merupakan perlindungan utama selama penerbangan, terutama saat terjadi turbulensi atau guncangan udara. Meski kondisi terlihat tenang, guncangan bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan panjang.

Baca Juga: H-1 Keberangkatan: Begini Kondisi Terkini Kesiapan Grand El Hajj Asrama Haji Banten Sambut Jemaah Haji

Pastikan sabuk pengaman selalu terpasang dengan benar saat duduk, tidak terlalu longgar maupun terlalu kencang. Biasakan untuk tetap mengenakannya meski lampu indikator sudah mati, sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi tak terduga.

5. Jaga Kesehatan dan Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Durasi penerbangan yang panjang dapat membuat tubuh cepat lelah dan dehidrasi, apalagi udara di dalam kabin cenderung kering. Oleh karena itu, jemaah perlu rutin minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Selain itu, lakukan peregangan ringan di kursi, seperti menggerakkan kaki atau bahu, untuk mengurangi pegal dan memperlancar peredaran darah. Jika memungkinkan, sesekali berdiri dan berjalan singkat di lorong pesawat dengan tetap memperhatikan kondisi sekitar dan instruksi kru.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan