JawaPos.com – Rencana Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj )untuk memberangkatkan jamaah umrah dari Asrama Haji dipastikan tidak wajib, melainkan opsional dan diklaim menguntungkan jamaah umrah.
Akan ada empat layanan sekaligus yang bisa didapatkan jamaah umrah selama di asrama haji, yang bisa mengurangi penumpukan di bandara.
Hal itu disampaikan juru bicara Kemenhaj maria Assegaf, Jumat (13/2). Dia menjelaskan, rencana memberangkatkan jamaah umrah dari asrama haji merupakan bagian dari konsep one stop services yang dikerja samakan dengan maskapai Garuda Indonesia.
Dengan konsep itu, jamaah umrah atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menggunakan maskapai Garuda Indonesia punya pilihan alternatif titik keberangkatan, yakni dari asrama haji di masing-masing daerah keberangkatan.
”Fokus utamanya adalah memberikan kemudahan dan kemyamanan ekstra bagi jamaah umrah sebelum bertolak ke tanah suci,” terang Maria lewat pernyataan tertulis.
Jamaah umrah dan PPUI yang memilih berangkat dari asrama haji akan mendapatkan empat layanan sekaligus yang akan mempermudah proses di bandara keberangkatan. Keempat layanan itu adalah:
1. Bimbingan Manasik Umrah
Jamaah umrah akan mendapatkan bimbingan manasik dan pemantapan ibadah sebelum berangkat ke tanah suci.
Sejumlah asrama haji diketahui memiliki replika bangunan Ka’bah hingga bukit shofa dan Marwah, sehingga jamaah bisa langsung berlatih praktik manasik umrah dengan bimbingan dari muthawwif.
2. City Check In
Bila berangkat dari asrama haji, bagasi jamaah akan diurus sejak awal. jamaah juga akan langsung mendapatkan boarding pass, sehingga tidak perlu lagi berurusan dengan konter check in maskapai.
Hal itu diyakini akan mengurangi penumpukan calon penumpang pesawat di area check in bandara
3. Layanan Imigrasi
Selain langsung dapat boarding pass, jamaah umrah yang berangkat dari asrama haji juga tidak perlu berurusan dengan imigrasi bandara.
Sebab, layanan pemeriksaan paspor dan visa akan dilakukan di asrama haji. Hal itu juga betujuan mengurangi antrean di konter pemeriksaan imigrasi bandara.
4. Transportasi Langsung ke Apron
Karena semua sudah diurus, maka jamaah umrah yang berangkat dari asrama haji tidak perlu masuk area terminal bandara sebagaimana penumpang umum.
Mereka akan langsung diantar dengan bus khusus menuju pintu pesawat. Jamaah umrah tinggal duduk manis di bus sejak di Asrama haji-tahu-tahu sudah sampai di depan pintu pesawat.
Meski jamaah akan dimudahkan, Maria menegaskan bahwa layanan berangkat umrah dari asrama haji bersifat opsional. Tujuan utamanya adalah mengurangi kepadatan dan waktu tunggu jamaah di bandara.
”Perlu kami sampaikan bahwa one stop services ini adalah sebuah pilihan atau opsi, bukan halk yang wajib bagi jamaah umrah,” lanjut Maria.
Saat ini, konsep layanan tersebut masih difinalisasi oleh Kemenhaj. Sebagai langkah awal, Kemenhaj akan menunjuk satu asrama haji sebagai pilot project atau percontohan sebelum diimplementasikan di seluruh asrama haji se-Indonesia.
Pada tahap awal pula, kerja sama baru dijalin dengan Garuda Indonesia. Maria memastikan Kemenhaj membuka peluang kerja sama dengan maskapai lain untuk memperluas jangkauan layanan.
”Asrama haji emmiliki potensi luar biasa untuk dimanfaatkan bagi banyak hal yang produktif. Kami memulai dengan ekosistem umrah ini agar perjalanan ibadah masyarakat lebih khusuyuk dan efisien,” imbuh Maria.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa Kemenhaj tengah menyusun aturan baru untuk mengurangi penumpukan jamaah umrah di bandara.
Salah satu skema yang dirancang adalah memberangkatkan jamaah langsung dari asrama haji, sehingga proses administrasi dan pemeriksaan dapat diselesaikan sebelum tiba di bandara.
Skema ini memungkinkan seluruh proses awal keberangkatan dilakukan lebih terpusat. Dengan demikian, jamaah tidak perlu lagi menjalani antrean panjang di bandara yang kerap menimbulkan kepadatan, terutama pada musim ramai umrah.