JawaPos.com - Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mencatat ada tujuh jemaah haji dari wilayah mereka yang meninggal dunia ketika beribadah di Tanah Suci. Mereka yang meninggal itu pun langsung dimakamkan di Arab Saudi.
"Kalau dari Kabupaten Majalengka ada tujuh orang jamaah haji yang meninggal dunia saat pelaksanaan rangkaian haji," ucap Kepala Kantor Kemenag Majalengka Agus Sutisna, Senin (10/7) kemarin.
Agus membeberkan, tujuh jamaah haji yang meninggal itu berasal dari tiga kloter yang berbeda yakni kloter 1, 10 dan 24.
Baca Juga: Electrochestra Tiga Masa: Konser Musik Kolaborasi Elektronik dan Orkestra Lintas Generasi
"Tujuh orang yang meninggal itu tergabung pada tiga kloter, yaitu kloter 1, 10 dan 24," ucap Agus.
Menurut data yang disampaikan Agus, ada sekitar 1.175 jamaah haji yang berasal dari Kabupaten Majalengka. Untuk jumlah lansia sebanyak 72 orang dan mereka semua terbagi ke dalam beberapa kloter.
Lebih lanjut, Agus Sutisna menyampaikan bahwa jamaah haji asal Majalengka sudah ada yang sampai di tanah air dan mereka mendarat dengan selamat di Bandara Kertajati pada Minggu (9/7). Diketahui jamaah haji yang mendarat ini berasal dari kloter satu.
Mengenai pelaksanaan haji tahun ini, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan sudah berjalan dengan baik meskipun ada yang hilang dan meninggal dunia.
Sobahi berharap agar pelaksanaan haji tahun-tahun berikutnya dapat lebih baik lagi.
"Secara keseluruhan pelaksanaan sudah baik, apalagi penerbangan dari Bandara Kertajati, Majalengka dan kami berharap untuk yang hilang bisa segera ditemukan, sedangkan yang meninggal dunia husnul khotimah," ucap Karna Sobahi dikutip dari ANTARA, Senin (10/7).