JawaPos.com - Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada smartphone Android. Sayangnya, banyak pengguna yang tanpa sadar melakukan kebiasaan saat mengisi daya yang justru dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Padahal, baterai lithium-ion yang digunakan hampir di semua HP Android modern memiliki umur pakai tertentu. Dengan kebiasaan pengisian daya yang tepat, kapasitas baterai bisa bertahan lebih lama. Sebaliknya, kesalahan yang terus dilakukan setiap hari dapat membuat baterai lebih cepat boros, mudah panas, hingga performanya menurun.
Berikut tujuh kesalahan saat mengisi daya HP Android yang sebaiknya kamu hindari!
Baca Juga: Pecinta Kuliner Merapat! Ini 3 Tempat Makan Tradisional Favorit di Surabaya
1. Terlalu Sering Membiarkan Baterai Habis hingga 0 Persen
Banyak orang baru mengisi daya ketika baterai benar-benar habis. Padahal, baterai lithium-ion tidak dirancang untuk sering mengalami kondisi kosong total.
Akan lebih baik jika kamu mulai mengisi daya saat baterai berada di kisaran 20–30 persen. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi tekanan pada sel baterai dan memperpanjang usia pakainya dibanding terus-menerus membiarkannya mencapai 0 persen.
2. Membiarkan HP Terus Terhubung ke Charger Semalaman
Baca Juga: Merespons Aktivitas Maritim Tiongkok, Italia Kirim Kapal Induk Cavour ke Jepang
Sebagian besar HP Android terbaru memang memiliki sistem yang dapat menghentikan pengisian ketika baterai penuh. Namun, membiarkan ponsel terus terhubung ke charger selama berjam-jam tetap bisa meningkatkan suhu perangkat, terutama jika digunakan di lingkungan yang panas.
Jika ponsel kamu mendukung fitur pengisian daya adaptif atau battery protection, aktifkan fitur tersebut. Selain itu, sebaiknya lepaskan charger setelah baterai terisi jika memang memungkinkan.
3. Menggunakan Charger Murah yang Tidak Jelas Kualitasnya
Tidak semua charger memiliki kualitas yang sama. Charger berkualitas rendah atau tanpa sertifikasi keamanan berisiko menghasilkan tegangan yang tidak stabil.
Kondisi tersebut bukan hanya dapat mempercepat kerusakan baterai, tetapi juga berpotensi merusak komponen lain di dalam ponsel. Gunakan charger asli bawaan atau aksesori dari merek tepercaya yang sesuai dengan spesifikasi perangkat kamu.
4. Bermain Game Saat HP Sedang Diisi Daya
Baca Juga: Norman Joesoef Dinilai Bisa Hadirkan Atmosfer Baru bagi Industri Pertahanan dan Kemenhan
Bermain game berat, mengedit video, atau menjalankan aplikasi yang menguras performa saat mengisi daya akan membuat suhu HP meningkat lebih cepat.
Panas merupakan salah satu faktor yang paling memengaruhi kesehatan baterai. Jika memungkinkan, biarkan ponsel mengisi daya tanpa digunakan untuk aktivitas berat agar suhu tetap stabil.
5. Sering Mengisi Daya hingga 100 Persen
Mengisi daya sampai penuh sesekali bukan masalah. Namun, jika dilakukan terus-menerus setiap hari, baterai akan lebih sering berada pada tegangan maksimum.
Banyak pakar menyarankan menjaga level baterai di kisaran 20 hingga 80 persen untuk penggunaan harian. Beberapa produsen Android bahkan menyediakan fitur pembatas pengisian daya hingga 80 persen untuk membantu memperpanjang umur baterai.
6. Menaruh HP di Tempat Panas Saat Sedang Cas
Mengisi daya di bawah sinar matahari langsung, di dalam mobil yang terparkir, atau di atas kasur yang menghambat sirkulasi udara dapat membuat suhu perangkat meningkat drastis.
Saat mengisi daya, letakkan HP di permukaan yang keras dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menutupi ponsel dengan bantal, selimut, atau benda lain yang dapat memerangkap panas.
7. Mengabaikan Fitur Perlindungan Baterai
Banyak HP Android keluaran terbaru sudah dibekali fitur seperti Adaptive Charging, Battery Protection, Optimized Charging, atau nama serupa tergantung mereknya. Sayangnya, masih banyak pengguna yang tidak pernah mengaktifkannya.
Fitur-fitur tersebut dirancang untuk mengurangi tekanan pada baterai dengan menyesuaikan pola pengisian daya sesuai kebiasaan pengguna. Jika tersedia di perangkat kamu, tidak ada salahnya mengaktifkannya agar kesehatan baterai tetap terjaga dalam jangka panjang.