← Beranda
Samsung Galaxy Z Fold7: Riset Data Lebih Mudah dengan Gemini Deep Research dan Layar Luas
Rian AlfiantoJumat, 26 September 2025 | 00.06 WIB
Ilustrasi bekerja dengan Galaxy Z Fold7. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Samsung kembali menegaskan posisinya di segmen ponsel lipat premium lewat kehadiran Galaxy Z Fold7. Bukan hanya soal desain futuristik, perangkat ini menawarkan kombinasi teknologi layar besar, kemampuan multitasking, dan integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) yang semakin relevan dengan kebutuhan profesional masa kini. 

 

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah hadirnya Gemini Deep Research, fitur berbasis AI dari Google Gemini yang mampu menjadi asisten riset pribadi di genggaman. JawaPos.com sudah beberapa hari pakai perangkat ini untuk bekerja, hasilnya? 

Gemini Deep Research: Riset Kilat untuk Pekerjaan Serius

Bagi pekerja profesional, jurnalis, akademisi, hingga pelaku bisnis, riset data biasanya menghabiskan banyak waktu. Gemini Deep Research menjawab masalah itu dengan sistem otomatisasi. 

Pengguna cukup memasukkan pertanyaan atau topik yang ingin didalami, lalu AI ini akan menjelajahi ratusan situs web, menganalisis informasi, hingga menyusun laporan komprehensif hanya dalam hitungan menit.

Sebagai contoh, kami membutuhkan data penjualan mobil secara nasional untuk periode semester satu 2025. Ketikkan saja di Gemini.

Sesaat kemudian, Gemini akan mengolah, merangkum dan menyimpulkan temuannya. Data akan disajikan dengan lengkap dan detail. Terbagi rata di sisi kiri dan kanan layar Galaxy Z Fold7.

Tidak hanya teks, pengguna juga bisa mengunggah file atau gambar untuk membantu konteks riset. Hasil akhirnya berupa laporan multi-halaman yang lengkap dengan tautan sumber asli. 

Dibandingkan metode pencarian manual, fitur ini jelas memangkas waktu berjam-jam menjadi lebih efisien. Integrasi dengan ekosistem Google melalui Gemini Advanced atau Google One juga membuka opsi riset yang lebih mendalam.

Ketika dipadukan dengan layar besar Galaxy Z Fold7, pengalaman riset terasa semakin maksimal. Hasil pencarian bisa ditampilkan di satu sisi layar, sementara di sisi lain pengguna menuliskan catatan atau menyusun laporan. 

Tidak perlu lagi berpindah perangkat atau menutup aplikasi, semua bisa dikerjakan dalam satu tampilan.

Multi Window: Multitasking yang Nyata

Samsung juga memaksimalkan keunggulan layar lipat melalui fitur Multi Window, yang memungkinkan pengguna membuka hingga tiga aplikasi sekaligus dalam satu layar. Misalnya, pengguna bisa membaca laporan riset dari Gemini di sebelah kiri, membuka spreadsheet di tengah, dan menulis catatan di kanan layar.

Bagi pekerja dengan ritme cepat, skenario ini memberikan efisiensi nyata. Saat menunggu hasil riset selesai dirangkum AI, pengguna tetap bisa membuka email, mengecek data, atau menyiapkan presentasi. 

Transisi antar-aplikasi juga terasa sangat mulus. Seamless. Berkat optimasi antarmuka khusus pada layar besar Fold7.

Layar Lebar, Visual Jernih, Mata Lebih Nyaman

Galaxy Z Fold7 hadir dengan layar utama 8 inci Dynamic AMOLED 2x beresolusi tinggi dengan kerapatan 368 ppi. Layarnya bukan hanya besar, tapi juga tajam dan nyaman untuk membaca dokumen panjang, tabel penuh angka, atau file PDF dengan detail kecil.

Bagi wartawan atau pekerja kantoran yang sering berhadapan dengan teks padat dan data kompleks, layar lega ini mengurangi ketegangan mata. Membuka spreadsheet dengan puluhan kolom atau meninjau laporan riset berhalaman-halaman pun terasa lebih natural.

Bobot Ringan, Mobilitas Tinggi

Meski membawa layar besar, Galaxy Z Fold7 tetap mempertahankan bobot ringan di angka 215 gram. Angka ini lebih rendah dibandingkan rival 'Pro Max' dari Amerika yang berada di 233 gram. 

Perbedaan belasan gram mungkin terdengar kecil, tetapi untuk pemakaian harian, membawa ponsel ke mana-mana, mengetik, hingga membaca dalam waktu lama, beban yang lebih ringan terasa signifikan.

Samsung jelas menyadari bahwa perangkat produktivitas tidak hanya soal performa, tapi juga kenyamanan fisik penggunanya. Dengan bobot lebih ringan, Galaxy Z Fold7 tidak cepat membuat tangan pegal meski dipakai intensif.

Bahkan, jika dibandingkan dengan kompetitor di rentang harga yang mepet, ada beberapa keunggulan Galaxy Z Fold7 yang sulit disaingi. Misalnya, Siri dan Apple Intelligence, hingga kini belum mendukung kemampuan Multi Window yang memungkinkan multitasking di satu layar. 

Selain itu, integrasi Gemini di Fold7 menghadirkan interaksi yang lebih kontekstual, termasuk lewat Gemini Live yang bisa memahami konten layar atau kamera secara real-time.

Di sisi bobot, Galaxy Z Fold7 juga unggul dengan desain lebih ringan. Untuk pekerja yang mobilitasnya tinggi, selisih bobot ini jelas memengaruhi pengalaman sehari-hari.

Kesimpulan: Ponsel Lipat yang Benar-Benar Produktif

Galaxy Z Fold7 bukan sekadar ponsel lipat dengan layar besar. Kehadirannya berhasil memadukan AI cerdas (Gemini Deep Research), kemampuan multitasking (Multi Window), serta kenyamanan layar lebar dan bobot ringan dalam satu perangkat. Hasilnya adalah smartphone yang benar-benar bisa meningkatkan produktivitas harian.

Bagi profesional yang bergantung pada riset cepat, multitasking intensif, dan mobilitas tinggi, Galaxy Z Fold7 terasa lebih dari sekadar perangkat komunikasi—ia adalah workstation portabel yang siap mendukung berbagai kebutuhan kerja modern. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan