JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali menguat pada perdagangan Jumat (23/10), setelah ditutup menguat sebesar 1,12 persen ke level 5,387 pada perdagangan Kamis (22/10).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG berada pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v], dengan peluang menguat menuju 5,458-5,563. Waspadai potensi koreksi ke 5,332-5,366 dalam jangka pendek.
Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 5,185 - 4,915 sedangkan resistance di level 5,404 - 5,563.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang menarik dicermati investor pada perdagangan Jumat (23/10), yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Keempat saham tersebut direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness dan Trading Buy, disertai target harga serta batas risiko yang perlu diperhatikan investor.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BRMS sebelumnya terkoreksi 2,70 persen ke level 432, disertai penurunan volume pembelian.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BRMS saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C). Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 416–432, dengan target harga 474 dan 500 serta stop loss di bawah 406.
Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham CUAN sebelumnya terkoreksi 1,78 persen ke level 496, tetapi didukung munculnya volume pembelian.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi CUAN saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A. Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 484–494, dengan target harga 595 dan 670 serta stop loss di bawah 470.
Berikutnya, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham HRTA sebelumnya menguat 2,82 persen ke level 1.640, dengan volume pembelian yang masih dominan meskipun mulai mengecil.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi HRTA saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1.560–1.630, dengan target harga 1.750 dan 1.850 serta stop loss di bawah 1.485.
Sementara itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham UNVR sebelumnya menguat 3,28 persen ke level 1.415, disertai munculnya volume pembelian.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi UNVR saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1.375–1.415, dengan target harga 1.505 dan 1.570 serta stop loss di bawah 1.355.