JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), melejit hingga 200 poin menjelang penutupan perdagangan Senin (14/9). Adapun IHSG sempat menyentuh ke level 6.377 pada pukul 15:05 sebelum akhirnya menyentuh level 6.534.
Meski sempat menguat cukup signifikan menjelang penutupan, IHSG masih belum berhasil menguat ditengah pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. Pada perdagangan Senin (14/9) IHSG ditutup melemah 0,10 persen.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara, respons awal pasar cenderung positif-terukur, bukan euforia.
Pasalnya, Suahasil bukan figur yang sepenuhnya asing bagi pasar karena sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, sehingga kontinuitas kebijakan fiskal relatif lebih mudah dibaca.
"Pelaku pasar kemungkinan akan mencermati apakah pergantian ini mampu memberikan kepastian, konsistensi, dan kredibilitas kebijakan fiskal, terutama terkait pengelolaan APBN, defisit, penerimaan negara, belanja pemerintah, serta koordinasi fiskal-moneter. Suahasil resmi dilantik menggantikan Purbaya pada Senin sore," ujar Nafan kepada JawaPos.com, Senin (14/9).
Nafan mengatakan, penguatan IHSG menjelang penutupan tidak bisa semata-mata diatribusikan kepada pergantian Menkeu, karena sentimen geopolitik dan harga minyak masih menjadi dominant market driver.
Tetapi, munculnya katalis domestik berupa pergantian Menkeu dapat memberikan counterbalance terhadap sentimen negatif global. Bahkan, apabila pasar menilai kabinet baru mampu memperkuat koordinasi ekonomi dan menjaga disiplin fiskal sekaligus mempercepat stimulus yang produktif, hal tersebut berpotensi menjadi katalis positif lanjutan bagi IHSG.
Ia menyebut, harapan pasar terhadap perubahan kabinet pada dasarnya adalah bukan sekadar pergantian figur, melainkan adanya peningkatan efektivitas kebijakan ekonomi.
"Investor membutuhkan kepastian arah fiskal, percepatan realisasi belanja pemerintah, peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi, stabilitas rupiah, serta kebijakan yang mampu menjaga daya beli dan iklim investasi," ujarnya.
Dengan begitu, jika setelah pergantian ini muncul kebijakan yang market-friendly, kredibel, dan konsisten, maka sentimen positif dapat semakin terbentuk.
Untuk jangka pendek, volatilitas IHSG kemungkinan masih tinggi karena risiko Timur Tengah dan minyak belum mereda tetapi secara domestik, pergantian Menkeu dapat menjadi katalis stabilisasi apabila pasar melihat adanya kesinambungan sekaligus perbaikan kualitas kebijakan ekonomi.