← Beranda
Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2027, Purbaya Manfaatkan Investasi
Djati WaluyoRabu, 2 September 2026 | 03.05 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Pemerintah mendorong akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen pada tahun 2027 guna mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan upaya tersebut ditempuh melalui penguatan kolaborasi Pemerintah, sektor swasta, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan kesinambungan fiskal.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027 dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen. Target ini akan dicapai melalui kolaborasi Pemerintah, Swasta dan Danantara,” ujar Purbaya dalam Rapat dengan komisi XI DPR RI, Selasa (1/9).

Purbaya mengatakan, dalam mengakselerasi tercapainya investasi dan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara agar setiap instrumen dapat bekerja secara optimal dan saling menguatkan.

Baca Juga: Legislator Surabaya Usul Parkir Tepi Jalan Gratis, Diganti Bayar Pajak Kendaraan

Ia menekankan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan publik, tetapi juga menjadi katalis bagi peningkatan peran swasta dalam mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan.

“APBN difokuskan untuk memenuhi kebutuhan publik dan berperan sebagai katalis untuk membangkitkan peran swasta dalam akselerasi pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan, nantinya pemerintah akan berperan sebagai katalisator investasi, sementara sektor swasta menjadi motor penggerak utama.

Sedangkan Danantara didorong untuk mempercepat investasi produktif, khususnya pada sektor strategis dan hilirisasi yang memiliki nilai tambah tinggi serta berdampak besar terhadap transformasi ekonomi nasional.

Ia melanjutkan, sinergi juga diperkuat melalui kebijakan moneter dan sektor keuangan. Kebijakan moneter diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjamin independensi bank sentral.

Sementara itu, sektor keuangan terus diperkuat agar semakin inklusif, dalam, dan stabil sehingga mampu memperluas akses pembiayaan dan menggerakkan sektor riil.

Pemerintah bersama Bank Indonesia juga akan terus menjaga stabilitas ekonomi makro melalui pengendalian inflasi, penjagaan suku bunga tetap kompetitif, serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Di sektor strategis, khususnya minyak dan gas bumi, optimalisasi didorong melalui reaktivasi sumur tidak aktif, percepatan pengembangan cadangan, pemanfaatan teknologi, penguatan pengawasan dan perbaikan iklim investasi hulu migas.

Baca Juga: Zidan Ungkap Alasan Ceraikan Raisya Bawazier Meski Baru 8 Bulan Menikah

Purbaya melanjutkan, Pemerintah melanjutkan reformasi fiskal melalui optimalisasi penerimaan dengan tetap menjaga iklim investasi yang kondusif, penguatan kualitas belanja melalui efisiensi dan refocusing, serta pembiayaan defisit yang inovatif, hati-hati (prudent), dan berkelanjutan.

“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi tersebut harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Komitmen tersebut tercermin dalam arsitektur RAPBN 2027. Pendapatan negara direncanakan sebesar Rp3.426 triliun dan belanja negara sebesar Rp 4.097,2 triliun, dengan defisit anggaran dijaga sebesar 2,40 persen terhadap PDB.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar Rp 17.500 per dolar AS, dan suku bunga SBN tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen. Sementara itu, ICP diasumsikan USD 75 per barel, lifting minyak 610 ribu barel per hari, dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari.

EDITOR: Sabik Aji Taufan