JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,70 persen ke level 6,450 pada perdagangan sesi 1 Kamis (27/8), di tengah isu penyampaian aspirasi masyarakat atau demo di DPR RI.
Berdasarkan analis Mirae Aset Sekuritas, transaksi saham pada perdagangan sesi pertama mencapai Rp 6 triliun. Adapun, PT Bumi Resources Minerals (BRMS) menjadi emiten dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 4,17 persen ke level 750.
Sedangkan PT Telkom Indonesia (TLKM) menjadi emiten dengan koreksi cukup tinggi sebesar 1,15 persen ke level 2,570.
Adapun, hingga dengan penutupan perdagangan sesi pertama asing melakukan pembelian sebanyak Rp 1,6 triliun dan menjual Rp 1,94 triliun.
Baca Juga: 4 KA Alami Keterlambatan Imbas Gangguan Operasional, KAI Daop 8 Minta Maaf
Analis Panin Sekuritas, Elandry Pratama, mengatakan penguatan IHSG ditengah rencana aksi demostrasi menunjukan pasar belum merespons secara berlebihan dan masih melihat situasi domestik relatif terkendali.
“Namun, investor tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan aksi serta stabilitas keamanan sepanjang hari,” ujar Elandry kepada JawaPos.com, Kamis (27/8).
Elandry menjelaskan penguatan tersebut dipengaruhi oleh aksi beli selektif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, pergerakan bursa regional, serta ekspektasi bahwa demonstrasi dapat berlangsung tertib dan kondusif.
“Meski demikian, risk appetite belum terlalu kuat karena sebagian investor masih memilih wait and see sambil memantau pergerakan rupiah dan foreign flow,” ucapnya.
Ia menjelaskan, penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut apabila demonstrasi berlangsung aman, aktivitas ekonomi tidak terganggu, dan tidak terjadi tekanan jual asing yang signifikan.
Meski begitu, ia melihat ruang penguatannya kemungkinan tetap terbatas karena investor cenderung menjaga posisi. Volatility juga dapat meningkat apabila muncul perkembangan yang tidak sesuai ekspektasi pasar.
Menurutnya, pasar sejauh ini merespons rencana demonstrasi secara terukur dan belum menunjukkan kepanikan. Investor memahami bahwa demonstrasi merupakan bagian dari dinamika domestik.
Baca Juga: Pasutri Ini Ikut Demo di DPR dari Bogor, Tuntut Aspirasi Demi Masa Depan Anak-Cucu
“Hal yang lebih diperhatikan pasar bukan sekadar adanya aksi, tetapi apakah aksi tersebut menimbulkan gangguan terhadap keamanan, mobilitas masyarakat, aktivitas bisnis, maupun stabilitas politik,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa demonstrasi tidak otomatis membuat IHSG terkoreksi karena pergerakan indeks tetap dipengaruhi kombinasi sentimen domestik, kondisi global, nilai tukar rupiah, dan capital flow asing.
“Tekanan dapat meningkat apabila terjadi eskalasi atau gangguan keamanan. Sebaliknya, jika aksi berjalan tertib dan kondusif, dampaknya terhadap market sentiment kemungkinan hanya bersifat sementara dan terbatas,” pungkasnya.