← Beranda
Analisis IHSG 13 Juli 2026: Berpotensi Menguat, Intip Saham Pilihan MNC Sekuritas
Djati WaluyoSenin, 13 Juli 2026 | 15.04 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan Senin (13/7), setelah ditutup menguat tipis sebesar 0,20 persen ke level 5,942 pada perdagangan Jumat (10/7).

MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam. Dengan demikian, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area 6,083 hingga 6,203. Namun, investor diminta mewaspadai potensi koreksi pada rentang 5,752 hingga 5,797.

Adapun level support IHSG berada di 5,486 dan 5,317. Sementara itu, level resistance berada di 6,007 dan 6,286.

MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Fluktuatif, Simak Analisis Tren Pasar pada 13 Juli

Untuk saham ARCI, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness. Saham ARCI diperkirakan akan menguat 4,71 persen ke level 1.000 dan masih didominasi volume pembelian yang meningkat. Pergerakannya juga telah berhasil menembus level MA20.

Selama mampu bertahan di atas level 920 sebagai batas stop loss, posisi ARCI diperkirakan sedang berada pada awal wave 3 dari wave (C).

Investor disarankan melakukan Buy on Weakness pada kisaran 970–995, dengan target harga 1.115 hingga 1.225, serta menerapkan stop loss di bawah level 920.

Sementara itu, Saham BMRI diperkirakan akan menguat 0,99 persen ke level 4.080 dan masih didominasi volume pembelian, meskipun pergerakannya masih berada di bawah MA20. MNC Sekuritas memperkirakan posisi BMRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.

Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada rentang 3.780–3.850 dengan target harga 4.180 hingga 4.270 dan stop loss di bawah 3.710.

Untuk saham MINA, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Trading Buy. Saham MINA diperkirakan terkoreksi 1,45 persen ke level 272 disertai tekanan jual dan masih bergerak di bawah MA20. Namun, selama mampu bertahan di atas level 238 sebagai stop loss, posisi MINA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii].

Investor disarankan melakukan Trading Buy di kisaran 250–266 dengan target harga 310 hingga 336, serta menerapkan stop loss di bawah level 238.

Baca Juga: Mau Perpanjang SIM Mudah, Ini Lima Gerai Lokasi Tempat Perpanjang SIM di Jakarta pada Senin

Sementara itu, untuk saham TAPG, MNC Sekuritas menyarankan strategi Buy on Weakness. Saham TAPG diperkirakan akan menguat 0,98 persen ke level 1.540 dan didukung munculnya volume pembelian. Pergerakan saham juga masih bertahan di atas MA20. Posisi TAPG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C dari wave (B).

Investor disarankan melakukan Buy on Weakness pada kisaran 1.490–1.530 dengan target harga 1.625 hingga 1.700, serta menerapkan stop loss di bawah level 1.460.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan