JawaPos.com – PT Bank Jago Tbk meluncurkan fitur terbaru untuk membantu nasabah memahami kondisi kesehatan finansialnya terkait pinjaman atau kredit.
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago Andy Djiwandono, mengatakan untuk membantu nasabah perusahaan meluncurkan Rapor Kredit yang menjadi bagian dari implementasi responsible lemdinh atau pembiayaan yang bertanggung jawab.
Melalui Rapor Kredit, debitur dapat mengakses informasi mengenai kesehatan kredit secara lebih mudah, jelas, dan transparan langsung melalui aplikasi. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu debitur mengenali kapasitas keuangannya sehingga mampu mengambil keputusan pembiayaan yang lebih tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Ia menjelaskan bahwa, kemudahan akses pembiayaan perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai kondisi keuangan pribadi.
"Akses pembiayaan yang mudah perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi finansial pribadi. Melalui Rapor Kredit, kami berharap debitur mengambil pinjaman dengan lebih bijak, terukur sesuai kemampuan finansialnya," ujar Andy dalam temu media, Kamis (9/7).
Andy mengatakan, fitur tersebut hadir karena masih rendahnya tingkat literasi masyarakat pada sejumlah sektor pembiayaan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan nasional pada pembiayaan perbankan mencapai 65,5 persen.
Sementara itu, tingkat literasi pada lembaga pembiayaan non-bank sebesar 44,7 persen, fintech lending 24,9 persen, dan lembaga keuangan mikro 9,8 persen.
Melalui fitur Rapor Kredit, debitur dapat mengakses riwayat kredit yang bersumber dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK secara langsung melalui Aplikasi Jago. Debitur juga dapat mengetahui status kredit sekaligus memperoleh gambaran mengenai kondisi kreditnya.
Selain menampilkan riwayat dan status kredit, fitur tersebut dilengkapi dengan Credit Health Tips, yakni artikel edukatif dan rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan kondisi kesehatan kredit masing-masing debitur.
"Bagi nasabah dengan kesehatan kredit yang baik, fitur ini memberikan panduan untuk mempertahankan kesehatan kreditnya. Bagi nasabah yang masih memiliki ruang untuk memperbaiki kesehatan kreditnya, tersedia tips dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas kredit secara bertahap," ujarnya.