← Beranda
Perlindungan Jiwa Jangka Panjang jadi Kunci Atasi Risiko Finansial Keluarga
Nanda PrayogaJumat, 10 Juli 2026 | 00.35 WIB
Ilustrasi asuransi perlindungan jiwa. (Pinterest)

 

JawaPos.com - Kesenjangan perlindungan finansial (protection gap) di Asia masih tergolong tinggi, mencerminkan masih banyak masyarakat yang belum memiliki perlindungan memadai terhadap risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang di tengah meningkatnya harapan hidup dan beban ekonomi keluarga.

Menurut Swiss Re Institute Asia Life & Health Consumer Survey 2025, health protection gap di Asia mencapai sekitar Rp4.200 triliun, sedangkan mortality protection gap menyentuh sekitar Rp2.150 triliun pada 2024.

Temuan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat, termasuk di Indonesia, terhadap perlindungan finansial masih sangat besar untuk menghadapi berbagai risiko kehidupan.

Tantangan tersebut semakin kompleks dengan bertambahnya jumlah masyarakat Indonesia yang menjadi bagian dari generasi sandwich. Mereka harus menanggung kebutuhan anak sekaligus merawat orang tua yang memasuki usia lanjut, di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka harapan hidup masyarakat Indonesia pada 2025 mencapai 74,47 tahun dan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kombinasi dari meningkatnya usia harapan hidup, besarnya protection gap, serta bertambahnya tanggung jawab keluarga dinilai mengubah cara masyarakat dalam mempersiapkan keamanan finansial di masa depan. Perlindungan jangka panjang pun mulai menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan untuk membantu menjaga kondisi ekonomi keluarga ketika risiko tak terduga terjadi.

Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia (AFI), mengatakan, pihaknya percaya bahwa masa depan perlindungan tidak hanya sekadar tentang mengatasi risiko, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar dapat hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bermakna dengan penuh rasa percaya diri.

Dengan Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector yang memiliki perlindungan asuransi hingga usia 100 tahun sekaligus seiring dengan kemajuan Indonesia, pihaknya memandang keamanan finansial juga perlu terus berkembang menuju solusi yang mampu memberikan kepastian lintas generasi.

“Tingginya angka harapan hidup, melebarnya kesenjangan perlindungan, serta meningkatnya beban finansial keluarga menuntut pendekatan perlindungan yang baru,” kata Yadav di Jakarta.

Asuransi tersebut tersedia bagi nasabah mulai usia 18 tahun dengan perlindungan hingga usia 100 tahun. AFI juga menawarkan pilihan masa pembayaran premi selama lima atau sepuluh tahun dengan premi mulai Rp 500 ribu per bulan. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam merencanakan keuangan sekaligus memperoleh perlindungan jangka panjang.

Yudhistira Dharmawata, Direktur AXA Financial Indonesia, menambahkan, bahwa pihaknya melihat adanya permintaan yang jelas dan terus meningkat dari nasabah terhadap solusi perlindungan yang praktis dan terjangkau secara finansial.

“Dengan menggabungkan perlindungan jangka panjang, lifetime reward di akhir masa pertanggungan, dan fleksibilitas masa pembayaran premi, kami membantu nasabah untuk mengamankan masa depan finansial mereka sejak saat ini, tanpa harus memilih antara mendapatkan perlindungan yang baik atau menjaga pengeluaran tetap hemat,” tukasnya.

EDITOR: Estu Suryowati