JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa hasil Morgan Stanley Capital International (MSCI) market review 2026 menjadi momentum untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.
Sebagaimana diketahui, MSCI baru saja meluncurkan Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni 2026 mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market.
Airlangga mengatakan, laporan MSCI yang menetapkan Indonesia pada status Emerging Market menunjukkan fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia tetap kuat.
“Fokus kami adalah memastikan setiap agenda reformasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten sehingga memberi dampak nyata terhadap transparansi, integritas pasar, dan kepercayaan investor,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (25/6).
Airlangga melanjutkan, pemerintah optimistis pasar modal Indonesia akan semakin transparan, efisien, dan terpercaya, sehingga mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan sekaligus menjaga statusnya sebagai Emerging Market.
“Dengan implementasi reformasi yang konsisten, ditopang fundamental ekonomi yang kuat dan stabilitas makroekonomi yang terjaga,” ujarnya.
Lanjutnya, Pemerintah juga melihat potensi adanya evaluasi yang dilakukan oleh MSCI pada siklus MSCI Index Review November 2026, dan menjadikan konsistensi serta efektivitas pelaksanaan sebagai dasar penilaian atas perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia ke depan.
Oleh karena itu, Pemerintah bersama OJK, BEI, KSEI, dan Bank Indonesia berkomitmen mempercepat dan membuktikan pelaksanaan reformasi secara nyata sebelum tinjauan tersebut.
Percepatan dilakukan melalui penguatan pengawasan, peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham, penyempurnaan tata kelola perusahaan tercatat, penguatan integritas perdagangan, serta penegakan hukum yang lebih efektif.
“Pemerintah juga akan menjaga komunikasi yang aktif dengan MSCI dan komunitas investor global agar kemajuan yang dicapai tercermin secara nyata dalam penilaian aksesibilitas dan investability pasar modal Indonesia,” ucapnya.
Pemerintah akan terus mendorong pendalaman pasar keuangan guna meningkatkan likuiditas, memperluas basis investor domestik, memperkuat kualitas pembentukan harga, serta meningkatkan efisiensi pasar.
“Reformasi tersebut merupakan bagian dari agenda jangka panjang untuk menjadikan pasar modal Indonesia semakin transparan, kredibel, dan kompetitif di tingkat global,” ungkapnya.