JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguat pada perdagangan Rabu (17/6), setelah ditutup naik signifikan sebesar 4,12 persen ke level 6,254 pada perdagangan Senin (15/6).
Dalam analisisnya, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave (IV) dari wave 3 dan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya. Adapun penguatan IHSG akan berada di area 6,476 hingga 6,577.
Meski begitu, MNC Sekuritas juga mencermati adanya potensi koreksi terhadap IHSG pada area 6,136 hingga 5,594. Adapun level support berada di 5.784 dan 5,594, sedangkan level resistance berada di 6,286 dan 6,459.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness dan Trading Buy untuk beberapa saham pilihan. Adapun rekomendasi untuk Buy on Weakness berada pada saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI).
Baca Juga: Kesepakatan AS - Iran Membuat Rupiah Berpotensi Menguat Pada Rabu 17 Juni 2026
MNC sekuritas memperkirakan ADRO menguat pada level 1,75 persen ke level 2,320 akibat masih adanya dominasi volume pembelian. Penguatanya, mampu berada di atas MA20. Saat ini, posisi ADRO diperkirakan sedang berada di awal wave [v] dari wave C.
Investor disarankan melakukan buy on weakness di rentang 2.240–2.300 dengan target harga 2.410 dan 2.520, serta stoploss di bawah 2.220.
MNC Sekuritas memperkirakan BUMI akan menguat signifikan sebesar 10,19 persen ke level 173, disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. Kami memperkirakan, posisi BUMI sedang berada di awal (A) dari wave [B].
Investor disarankan melakukan buy on weakness di rentang 157-170 dengan target harga 214 dan 238, serta stoploss di bawah 153.
Sedangkan untuk strategi Trading Buy, dapat digunakan untuk saham PT Sentul City Tbk (BKSL) dan saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA).
MNC Sekuritas memperkirakan BKSL akan menguat 1,47 persen ke harga 69 akibat adanya dominasi oleh volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA20. Kami memperkirakan, posisi BKSL sedang berada pada bagian awal dari wave (4) dari wave [C].
Adapun, investor disarankan melakukan trading buy di rentang 64 hingga 68, dengan target harga 81 hingga 90, dan stoploss dibawah 59.
Baca Juga: Motor Listrik vs Motor Bensin, Mana yang Lebih Murah Setelah 5 Tahun? Ini Perhitungan Lengkapnya
Kemudian untuk saham OASA diperkirakan akan menguat 2,31 persen ke level 266 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi OASA saat ini sedang membentuk wave 4 dari wave (C).
Adapun, investor disarankan melakukan trading buy di rentang 250 hingga 262, dengan target harga 294 hingga 320, dan stoploss di bawah 240.