JawaPos.com - Langkah pemerintah dalam memperkuat rupiah dinilai sudah mengarah ke jalur yang benar. Ditingkatkannya daya tarik imbal hasil (yield) instrumen keuangan domestik dan menjaga likuiditas pasar keuangan-perbankan dianggap bisa meningkatkan sentiman pasar.
Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara mengatakan, kebijakan BI ini bisa mendorong modal asing atau portofolio inflow dapat mengalir deras ke dalam negeri. Dengan begitu, nilai tukar rupiah meningkat.
"Jika portofolio inflow semakin deras masuk ke Indonesia melalui Surat Berharga Negara (SBN), maka akan semakin besar peluang bagi negara untuk mengelola modal asing tersebut menjadi program yang dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas nasional. Ini akan memicu peningkatan permintaan atas rupiah," kata Surya, Selasa (9/6).
Kebijakan menempatkan pengelolaan kas di Bank Indonesia demi menjaga likuiditas pasar keuangan-perbankan juga dipercaya bisa memperkuat pendapatan negara. Sebab, pemerintah akan mendapatkan remunerasi atas kebijakan tersebut.
Baca Juga: Meta Hapus Sistem Pengenalan Wajah dari Kacamata Pintar, Sorotan Privasi Global Kembali Menguat
Namun, dia mengingatkan agar kebijakan itu harus mampu disalurkan dalam bentuk likuiditas tambahan pada sistem perbankan, sehingga bisa diserap pelaku usaha.
"Pemerintah perlu berhati-hati dalam mengelola kebijakan ini. Pengelolaan kas negara di bank sentral harus mampu disalurkan dalam bentuk likuiditas tambahan kepada sistem perbankan. Kebijakan ini perlu pula diikuti dengan penurunan suku bunga acuan, agar para pelaku usaha dapat menyerap modal lebih maksimal untuk mengembangkan bisnis," imbuhnya.
Surya menilai, sinergi BI dan pemerintah menjadi kunci dalam mendorong sentimen positif rupiah. Dengan begitu kolaborasi kebijakan menjadi lebih sinkron antara fiskal dan moneter.
"Tanpa koordinasi yang erat, opsi kebijakan meningkatkan yield instrumen keuangan domestik dan menjaga likuiditas pasar keuangan-perbankan tidak akan pernah tercapai," jelasnya.
Ke depan, kata Surya, tantangan pemerintah dan BI adalah menjaga implementasi kebijakan tersebut secara maksimal. Jika itu dilakukan disiplin, Ia yakin akan berdampak pada penguatan rupiah di kemudian hari.
"Tantangan selanjutnya bagi pemerintah adalah implementasi kedua kebijakan tersebut. Diperlukan disiplin, serta persepektif pembangunan ekonomi secara fundamental, agar kedua kebijakan tersebut dapat terlaksana secara maksimal, dalam rangka menguatkan nilai tukar rupiah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.