Kontraktor jasa pertambangan PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) memperkuat layanan melalui investasi armada baru sehingga mampu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Keberhasilan memacu efisiensi dan keunggulan operasional mendorong peningkatan performa dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp949,6 miliar pada 2026 dan tumbuh menjadi menjadi Rp1,41 triliun dan Rp 1,55 triliun pada 2027 dan 2028.
“Fokus kami ke depan adalah menjaga komitmen pertumbuhan yang solid dan terukur ini demi memberikan nilai jangka panjang yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine, di Jakarta.
Andalan menerapkan model layanan end-to-end mining services melalui sistem operasional terpadu yang mencakup perencanaan, eksekusi presisi, hingga evaluasi secara berkala.
Baca Juga: Kembangkan Pertambangan Bersih, Indonesia Perkuat Kerja Sama Batu Bara dengan Tiongkok
Pendekatan berbasis safety, keandalan alat berat, dan sistem pemantauan operasional yang ketat, menjadi kunci Perseroan dalam meminimalisir hambatan teknis serta memastikan setiap target produksi tercapai dengan aman.
Perseroan sukses melakukan diversifikasi strategis ke industri nikel setelah meraih Letter of Award (LoA) dari PT Position (Grup Harum Energy) untuk proyek di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Menurut Gahari, di tengah situasi industri yang fluktuatif ini, pemilihan mitra kerja yang kapabel menjadi kunci bagi kelangsungan bisnis. Sejalan dengan semakin ketatnya standar efisiensi global, pihaknya melihat permintaan terhadap kontraktor pertambangan yang memiliki keandalan sistem, pengalaman komprehensif, serta akuntabilitas finansial akan terus meningkat.