← Beranda
8 Cara Mengatur Keuangan agar Bebas dari Jebakan Pinjol, Finansial Tetap Aman!
Fatah ElhuseinSenin, 20 April 2026 | 03.45 WIB
Ilustrasi uang (Freepik)

JawaPos.com - Pinjaman online (pinjol) sering kali dianggap sebagai solusi cepat saat kebutuhan mendesak datang. Prosesnya mudah, pencairannya cepat, dan tidak membutuhkan banyak syarat. Namun di balik kemudahan itu, banyak orang justru terjebak dalam lingkaran utang yang sulit dihentikan.

Pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci utama agar tidak bergantung pada pinjol. Tanpa perencanaan yang jelas, pengeluaran bisa membengkak dan akhirnya mendorong seseorang mencari dana instan.

Pinjol bisa menjadi masalah serius jika tidak dibarengi dengan strategi keuangan yang matang. Bunga tinggi, tekanan penagihan, hingga risiko penipuan bisa mengancam stabilitas finansial jika tidak diantisipasi sejak awal.

Dilansir dari laman resmi blu by BCA Digital dan Chubb, berikut cara mengatur uang agar tetap aman dan jauh dari jeratan pinjol:

Baca Juga: Dana Mendesak Tanpa Bikin Panik, Simak Tips Memilih Pinjol Aman dan Tepercaya

1. Buat Anggaran Bulanan yang Jelas

Langkah pertama adalah membuat anggaran keuangan secara rinci. Gunakan metode 50-30-20, yaitu 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi. Dengan pembagian ini, kamu bisa lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran.

2. Sisihkan Tabungan secara Rutin

Menabung bukan soal sisa uang, tapi harus jadi prioritas. Idealnya, sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan setiap bulan. Kebiasaan ini akan membantu kamu punya cadangan dana tanpa harus bergantung pada pinjaman.

3. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat sangat penting untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Idealnya, dana darurat setara 3–6 bulan pengeluaran. Dengan ini, kamu tidak perlu panik dan mencari pinjol saat kondisi darurat.

4. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu penyebab utama orang terjerat pinjol adalah gaya hidup konsumtif. Mulailah membedakan mana yang benar-benar kebutuhan dan mana sekadar keinginan. Fokuslah pada hal yang penting agar pengeluaran tetap terkendali.

5. Hindari Gali Lubang Tutup Lubang

Mengambil pinjol baru untuk menutup pinjol lama hanya akan memperparah kondisi keuangan. Cara ini tidak menyelesaikan masalah, justru membuat utang semakin menumpuk. Sebisa mungkin, fokuslah melunasi satu per satu utang yang ada.

Baca Juga: Siap Bebas dari Pinjol? 4 Shio Ini Diprediksi Dapat Rezeki Nomplok untuk Lunasi Utang di Oktober 2025

6. Evaluasi dan Catat Semua Pengeluaran

Catat setiap pengeluaran sekecil apa pun. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui ke mana uangmu pergi dan menemukan pos yang bisa dikurangi. Evaluasi rutin juga membantu kamu memperbaiki kebiasaan finansial.

7. Cari Penghasilan Tambahan

Jika penghasilan utama dirasa belum cukup, tidak ada salahnya mencari pemasukan tambahan. Misalnya dengan freelance, jualan online, atau pekerjaan sampingan lainnya. Ini bisa membantu memenuhi kebutuhan tanpa harus berutang.

8. Tingkatkan Literasi Keuangan

Memahami cara mengelola uang adalah investasi jangka panjang. Kamu bisa belajar dari buku, artikel, atau seminar keuangan. Semakin paham, semakin kecil kemungkinan kamu terjebak dalam keputusan finansial yang merugikan.

EDITOR: Candra Mega Sari