← Beranda
OJK Minta Bank Permudah Akses Pembiayaan UMKM, BRI Andalkan Pemberdayaan, BNI Sasar Ekosistem Close Loop
Agas Putra HartantoSenin, 8 September 2025 | 00.40 WIB
Ilustrasi OJK. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kualitas kredit tetap terjaga. Tercermin dari rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,28 persen dan secara net di posisi 0,86 persen. Sementara itu low at risk (LAR) relatif stabil di angka 9,68 persen dibanding Juni lalu sebesar 9,73 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae juga menyebutkan bahwa ketahanan perbankan juga tetap kuat. Tecermin dari rasio permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) di level tinggi sebesar 25,88 persen per Juli 2025. Ini menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global.

"Kami terus memantau perkembangan dan tentu saja berkoordinasi dengan industri perbankan. Secara umum, infrastruktur perbankan masih terjaga dengan baik, sehingga diharapkan layanan keuangan bagi masyarakat dapat tetap berjalan optimal," jelas Dian dalam rapat dewan komisioner bulanan OJK, Kamis (4/9).

Dalam upaya untuk mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), OJK meminta lembaga jasa keuangan untuk memberikan kebijakan dan skema khusus dalam produk pembiayaan UMKM. Ketentuannya akan diterbitkan dalam waktu dekat.

Dian menjelaskan bahwa bagi debitur yang terkena dampak secara material dari situasi terkini dan berpengaruh terhadap kemampuan pembiayaan pinjamannya, bank juga didorong untuk dapat memberikan relaksasi pembiayaan pinjaman. "Antara lain melalui restrukturisasi dengan tetap memperhatikan prinsip perhatian dan perlindungan terhadap nasabah," terang mantan kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupaya menjalankan strategi pemberdayaan UMKM secara komprehensif. Tak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat kemampuan usaha untuk tumbuh dan naik kelas.

"BRI mengintegrasikan layanan finansial, pelatihan, dan pendampingan usaha agar UMKM dapat memperluas pasar serta meningkatkan daya saing. Kami meyakini bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dibangun dari penguatan pelaku UMKM dari tingkat akar rumput," kata Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Minggu (7/9).

Hingga akhir Juni 2025, total kredit BRI mencapai Rp 1.416,6 triliun, tumbuh 6 persen year-on-year (YoY). Yang mana, sebesar 80,32 persen di antaranya atau senilai Rp 1.137,84 triliun disalurkan kepada UMKM. Diperkuat dengan inisiatif pemberdayaan yang mencakup 4.625 desa binaan, 41.217 klaster usaha, dan 54 Rumah BUMN.

Sinergi BRI bersama Pegadaian dan PNM dalam Holding Ultra Mikro (UMi) juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di akar rumput. Sampai akhir triwulan II 2025, Holding UMi telah melayani 34,7 juta debitur aktif. Dengan total pembiayaan mencapai Rp 631,9 triliun serta mengelola 126 juta rekening simpanan mikro.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga memperkuat dukungan UMKM melalui penyaluran kredit produktif dan layanan digital. Sejalan dengan kebijakan OJK yang tengah menyiapkan aturan baru. Target pembiayaan usaha rakyat itu juga wajib dicantumkan dalam rencana bisnis bank (RBB).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo berharap kehadiran regulasi baru dapat memperkuat peran perbankan dalam memperluas akses pembiayaan. Sekaligus menjaga kualitas kredit.

"Dengan adanya kebijakan ini, bank-bank, termasuk BNI, akan semakin terdorong untuk menyalurkan pembiayaan yang lebih inklusif kepada UMKM," ucap Okki.

Pada semester I 2025, penyaluran kredit UMKM non kredit usaha rakyat (KUR) tumbuh 9,2 persen secara tahunan menjadi Rp 44,4 triliun. Untuk menjaga kualitas kredit, BNI fokus pada sektor-sektor produktif. Seperti perdagangan, jasa, pertanian, industri, dan perikanan.

Strategi rantai pasok (supply chain) serta ekosistem close loop transaction andalan agar memastikan pasar dan arus kas UMKM lancar. Sekaligus membangun pendampingan jangka panjang.

BNI juga mendorong platform BNIdirect Bisnis yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan digital UMKM. Yang simpel, cepat, dan terintegrasi. Layanan ini memberikan fleksibilitas tinggi yang disesuaikan dengan karakteristik usaha kecil.

"Menjawab tantangan digitalisasi perbankan yang sering dianggap rumit oleh pelaku UMKM. Dengan tagline #BisnisGakRibet, BNIdirect Bisnis menawarkan tampilan intuitif dan fitur mudah untuk membantu pelaku usaha mengelola keuangan lebih efisien," jelasnya.

Dengan strategi inklusif, pembiayaan berbasis sektor produktif, hingga digitalisasi, BNI bakal mendukung UMKM untuk tumbuh. Sehingga meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional.

EDITOR: Estu Suryowati