JawaPos.com - Guruh Soekarnoputra selama puluhan tahun lekat dengan perkembangan seni dan budaya Indonesia. Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati itu tidak hanya dikenal sebagai musisi, tetapi juga memiliki kiprah panjang sebagai pencipta lagu, penari, koreografer, aktor, hingga penggerak seni pertunjukan.
Pengamat musik Stanley Tulung melihat Guruh sebagai sosok seniman dengan kemampuan yang sangat beragam. Menurut dia, Guruh memiliki paket lengkap karena terlibat dalam berbagai bidang kesenian.
“Guruh adalah sosok yang komplit sebagai seniman. Musisi, penulis lagu, penari, koreografer, aktor. Dia mendirikan Gencar Semarak Perkasa (GSP) serta Swara Maharddhika. Buat saya dia juga budayawan," kata Stanley Tulung kepada JawaPos.com.
Jejak tersebut memang terlihat dalam perjalanan panjang Guruh. Ketertarikan pria berusia 73 tahun terhadap seni sudah tumbuh sejak usia dini. Ia juga mempelajari sejumlah tari tradisional, termasuk tari Jawa, Sunda, dan Bali, sekaligus bermain piano.
Baca Juga: PK Nikita Mirzani Ditolak MA, Hukuman 6 Tahun Penjara Tetap Berlaku
Ketika beranjak dewasa, Guruh semakin serius mengembangkan gagasan seni yang memadukan unsur tradisional Indonesia dengan pertunjukan modern.
Pada 27 Maret 1977, ia mendirikan Swara Maharddhika sebagai wadah kreativitas seni. Dua belas tahun kemudian, pada 1989, Guruh mendirikan PT Gencar Semarak Perkasa atau GSP.
Melalui GSP dan Swara Mahardhika, Guruh menghasilkan sejumlah pertunjukan besar. Salah satunya Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I pada 1979.
Dalam pertunjukan tersebut, Guruh tidak hanya berada di balik karya, tetapi juga menjalankan peran sebagai koreografer, komposer, sekaligus sutradara.
Karya-karya berikutnya semakin memperlihatkan obsesinya terhadap seni pertunjukan berskala besar. Pada 1980, misalnya, Guruh menghadirkan Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II bertajuk Untukmu Indonesiaku.
Setelah itu muncul sejumlah karya lain, termasuk Cinta Indonesia dan Gilang Indonesia Gemilang.
Kemampuannya juga tidak berhenti di dunia musik dan panggung pertunjukan. Guruh juga terlibat di dunia perfilman.
Selain itu, Stanley juga menyoroti sisi lain dari perjalanan Guruh yang membuat kiprahnya tidak hanya berada di ranah kesenian.
“Selain itu, Guruh juga berkiprah di dunia politik sebagai anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan," papar Stanley Tulung.
Kiprah politik Guruh Soekarnoputra tercatat dalam perjalanan yang cukup panjang bersama PDI dan PDI Perjuangan. Dia menjadi anggota DPR hingga beberapa periode terhitung sejak tahun 1992.
Kini, perhatian publik terhadap Guruh Soekarnoputra kembali menguat seiring kabar mengenai kondisi kesehatannya. Didi Mahardika menyampaikan bahwa Guruh masih belum sadarkan diri dan mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter RS Siloam Semanggi, Jakarta.
Baca Juga: Komentar Pihak Reza Gladys Usai PK Nikita Mirzani Ditolak Mahkamah Agung
Pihak keluarga menyatakan kondisi kesehatannya mengalami penurunan terhitung selama sekitar satu tahun belakangan.