JawaPos.com - No na resmi memasuki babak baru setelah merilis album debut island girl pada Jumat (18/9). Album ini menjadi penanda penting bagi grup beranggotakan Baila Fauri, Christy Gardena, Esther Geraldine, dan Shazfa Adesya yang sejak awal membawa misi memperkenalkan identitas Indonesia melalui musik pop global.
Menariknya, perjalanan empat anggota no na menuju panggung internasional tidak datang dari latar belakang yang sama. Ada yang sudah dikenal sejak ajang pencarian bakat, ada yang tumbuh dari dunia tari, hingga sosok yang memiliki pengalaman sebagai kreator digital.
Untuk mengetahui lebih lanjut gambaran anggotany, berikut profil masing-masing anggota no na dan perjalanan mereka sebelum akhirnya bergabung dalam grup besutan 88rising.
Profil 4 Anggota no na Setelah Rilis Album Debut island girl
Baca Juga: Nama Aktor Lee Dong Wook Dicatut untuk Penipuan, Agensi: Artis Kami Tidak Pernah Minta Uang
Girl group Indonesia no na resmi merilis album debut penuh bertajuk island girl pada Jumat (18/9). Album ini berisi sekitar 15 lagu yang memperkenalkan konsep musik yang mereka sebut sebagai Island Pop, perpaduan nuansa tropis Indonesia dengan berbagai pengaruh musik global seperti R&B, dangdut, new jack swing, hingga synth-funk.
Di balik album tersebut terdapat empat perempuan dengan latar belakang berbeda, yakni Baila Fauri, Christy Gardena, Esther Geraldine, dan Shazfa Adesya. Formasi ini mulai diperkenalkan 88rising pada 2025 dan menjalani debut dengan single Shoot pada Mei tahun yang sama.
Menariknya, perjalanan masing-masing anggota sebelum no na turut membentuk karakter grup. Berikut profil mereka.
1. Baila Fauri, Berangkat dari Indonesian Idol Junior
Baila Fauri menjadi salah satu anggota no na yang sudah lebih dulu dikenal publik Indonesia. Ia memulai perjalanan di industri musik sejak usia belia melalui ajang Indonesian Idol Junior pada 2014.
Saat itu, Baila berhasil melaju hingga babak enam besar. Setelah keluar dari kompetisi, ia tidak berhenti bermusik dan kemudian mengembangkan karier sebagai penyanyi solo. Ia juga sempat merilis sejumlah karya serta aktif membuat cover lagu.
Pengalaman sebagai penyanyi solo membuat Baila memiliki fondasi vokal yang berbeda ketika bergabung dengan no na. Bersama tiga anggota lainnya, ia kemudian membawa pengalaman tersebut ke dalam format grup yang lebih mengutamakan harmoni vokal, performa dan koreografi.
Baila lahir di Jakarta pada 28 September 2001. Namanya kembali mendapat perhatian ketika 88rising memperkenalkannya sebagai salah satu anggota no na pada 2025.
2. Christy Gardena, Penari Balet dari Lombok
Berbeda dari Baila yang lebih dahulu dikenal sebagai penyanyi, Christy Gardena memiliki latar belakang kuat di dunia tari.
Perempuan kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, ini telah menekuni balet sejak usia muda. Ia bahkan pernah menjadi guru balet dan aktif tampil dalam berbagai kegiatan seni.
Kemampuan menarinya kemudian membawanya meraih posisi juara tiga dalam International Dance Asia Competition 2019 kategori duo. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi kemampuan performanya bersama no na.
Sebelum bergabung dengan no na, Christy juga dikenal melalui konten-konten tari di media sosial. Perpaduan kemampuan vokal dan tari membuatnya memiliki peran penting dalam penampilan panggung grup.
Bersama no na, Christy tidak hanya tampil sebagai dancer. Ia juga dikenal sebagai salah satu rapper dalam formasi grup tersebut.
3. Esther Geraldine, Pernah Mengikuti Indonesian Idol
Nama Esther Geraldine juga memiliki hubungan dengan ajang pencarian bakat. Sebelum menjadi bagian dari no na, Esther mengikuti Indonesian Idol musim ke-10 pada 2019.
Dalam kompetisi tersebut, Esther berhasil mendapatkan golden ticket dan melanjutkan perjalanan hingga tahap akhir audisi. Ia melaju hingga babak Top 18. Ia kemudian tereliminasi di babak Final Showcase setelah membawakan lagu "Thank U, Next" dari Ariana Grande karena kalah vote.
Ia kemudian mengembangkan karier musik dan mulai merilis karya sebagai penyanyi. Esther juga memiliki pengalaman sebagai penulis lagu. Setelah perjalanan di Indonesian Idol, ia merilis karya solo dan sempat berkolaborasi dengan sejumlah musisi.
Latar belakang tersebut membuat Esther menjadi salah satu anggota yang membawa pengalaman vokal dan songwriting ke dalam no na. Ia bergabung sekitar enam bulan setelah tiga anggota awal no na bertemu di Head in the Clouds Festival Jakarta pada 2022.
Dengan kehadiran Esther, formasi no na akhirnya memiliki empat anggota yang kemudian dikembangkan 88rising menjadi grup pop dengan orientasi internasional.
4. Shazfa Adesya, Penari yang Punya Latar Belakang Akademis
Shazfa Adesya lahir di Jakarta pada 18 April 2003. Ia memiliki latar belakang perjalanan yang cukup berbeda. Sebelum menjadi anggota no na, ia aktif di dunia tari sekaligus menekuni pendidikan di Australia.
Shazfa menempuh pendidikan di University of New South Wales (UNSW), Sydney, dengan bidang Media in Public Relations and Advertising. Ketika menjadi mahasiswa, ia aktif dalam kegiatan kampus dan komunitas K-pop dance. Pengalaman tersebut turut mengasah kemampuan koreografinya.
Ia juga pernah terlibat dalam kegiatan workshop tari dan memiliki pengalaman sebagai digital content creator serta Key Opinion Leader.
Latar belakang tari dan pengalaman di dunia digital kemudian menjadi bagian dari karakter Shazfa ketika tampil bersama no na. Ia dikenal sebagai salah satu anggota termuda dalam grup tersebut.
Empat Latar Belakang Berbeda dalam Satu Grup
Keempat anggota no na sebenarnya datang dari jalur yang berbeda. Baila dan Esther memiliki pengalaman melalui ajang pencarian bakat, Christy berkembang dari dunia tari dan pertunjukan, sedangkan Shazfa memadukan kemampuan tari dengan pengalaman akademis serta dunia digital.
Pertemuan berbagai latar belakang itu kemudian menjadi bagian dari identitas no na.
Sejak debut pada 2025, no na mulai memperkenalkan warna musik dan visual yang menggabungkan pop modern dengan elemen Indonesia. Lagu Work, misalnya, memasukkan bunyi ceng-ceng, sementara Rollerblade menggunakan elemen gamelan. Lagu Honk! bahkan menghadirkan suara klakson yang terinspirasi dari kehidupan jalanan di Indonesia.
Identitas tersebut semakin terlihat dalam island girl. Album berisi 15 lagu ini mengangkat tema romansa, feminitas, persahabatan, rasa percaya diri, hingga perjalanan menuju kedewasaan.
Daftar lagu dalam album island girl terdiri dari Star, Seafood Diet, Smooth, Island Girl, Rollerblade, Rollerblade Part Two, Work, Honk!, Dizzy, Chaser, Party in the +62, Speaker Freaker, Nick of Time, Durian, dan Better on the Island.
Tidak berhenti pada musik, no na juga memasukkan identitas Indonesia dalam visual album. Masing-masing anggota ditampilkan dengan pose tari tangan khas Indonesia yang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu konsep budaya.
Baca Juga: ANW Minta Perlindungan LPSK, Jalani Asesmen Psikologis 4 Jam Terkait Kasus Betrand Peto
Dengan island girl, perjalanan no na kini memasuki fase baru. Bukan sekadar memperkenalkan empat anggota dengan latar belakang berbeda, tetapi membangun identitas sebagai grup pop Indonesia yang membawa cerita tentang Indonesia kepada pendengar internasional.