← Beranda
Topan Srimulat Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Abdul RahmanJumat, 28 Agustus 2026 | 05.53 WIB
Topan Srimulat meninggal. (Instagram: jatimpemprov)

 

JawaPos.com - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Pelawak senior Topan Sugianto bin Doel Ghani, yang lebih dikenal dengan nama Topan Srimulat, meninggal dunia pada hari ini, Kamis (27/8).

Topan Srimulat mengembuskan napas terakhir di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam usia 71 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi dunia seni dan lawak Indonesia, khususnya kesenian tradisional Jawa Timur yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Kabar meninggalnya Topan disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui akun resminya di Instagram. Dalam unggahan tersebut, Pemprov Jatim menyampaikan ucapan belasungkawa sekaligus mengenang Topan sebagai salah satu seniman asal Jawa Timur.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas berpulangnya Topan Sugianto, seniman Jawa Timur,” tulis Pemprov Jatim.

Baca Juga: Artis EJR Berikan THC Dosis Gorilla ke Korban, Kekerasan Seksual Terjadi di Rumahnya

Pemprov Jawa Timur juga memberikan penghormatan atas perjalanan panjang Topan di dunia seni. Dedikasi dan karya yang ditinggalkannya dinilai akan tetap dikenang oleh masyarakat.

 "Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi masa duka ini. Selamat jalan, Bapak Topan Sugianto. Karya dan dedikasi Anda akan selalu dikenang,” lanjutnya.

Nama Topan Srimulat cukup dikenal penikmat lawak, terutama melalui sejumlah pertunjukan dan program komedi di televisi. Salah satu panggung yang turut memperkenalkan sosoknya ke publik adalah Ketoprak Humor, program yang memadukan unsur ketoprak dengan komedi dan sempat menjadi salah satu tontonan populer di televisi.

Selain kiprahnya bersama kelompok lawak, Topan juga dikenal sebagai pasangan duet sang adik, Sugeng Winarso atau Leysus. Keduanya dikenal memiliki chemistry yang kuat ketika tampil di atas panggung dan menjadi bagian dari perjalanan panjang seni lawak di Indonesia.

EDITOR: Abdul Rahman