← Beranda
PARFI Berduka Atas Meninggalnya Sutradara Eugene Panji, Ini Jejak Karyanya di Perfilman Indonesia
Abdul RahmanRabu, 26 Agustus 2026 | 14.24 WIB
Sutradara Eugene Panji. (Instagram: eugenepanji)

 

JawaPos.com - Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya sutradara Eugene Panji. Sineas yang dikenal melalui sejumlah karya film dan video musik tersebut mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Puri Cinere, Depok, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Kabar kepergian Eugene Panji turut membawa duka bagi insan perfilman Indonesia. Ketua Humas PB PARFI, Evry Joe, membenarkan kabar tersebut sekaligus mengenang Eugene Panji sebagai salah satu sutradara berbakat yang telah memberikan warna bagi industri kreatif Tanah Air.

"Betul sekali Eugene Panji meninggal. Dia termasuk sutradara yang berbakat," kata Evry Joe kepada JawaPos.com.

Atas nama PARFI dan pribadi, ia  menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian sineas yang memiliki perjalanan cukup panjang di dunia hiburan tersebut.

Baca Juga: Artis EJR Berikan THC Dosis Gorilla ke Korban, Kekerasan Seksual Terjadi di Rumahnya

"Kami dari organisasi profes Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI) mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Mas Eugene Panji di usia 52 tahun," ujarya.

Evry Joe juga mendoakan agar Eugene Panji mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia pun berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk melewati masa duka.

"Semoga beliau berpulang dengan damai, husnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan tabah dan ikhlas menerima cobaan ini," tuturnya.

"Semua kita bakal berpulang, namun Tuhan lebih sayang memanggil hambanya lebih dulu. Selamat jalan, Mas Panji," imbuhnya.

Perjalanan Eugene Panji di Dunia Perfilman Indonesia

Sebelum dikenal sebagai sutradara film layar lebar, Eugene Panji terlebih dahulu membangun karier dengan menggarap video musik dan iklan televisi. Sejak akhir 1990-an, dia dipercaya menggarap video klip sejumlah musisi dan grup musik populer Indonesia.

Beberapa nama yang pernah bekerja sama dengannya antara lain Agnez Mo, Slank, Tompi, Ada Band, Cokelat, Ipang, Superglad, Govinda hingga Naif. Salah satu karya yang tercatat dalam perjalanan kariernya adalah video musik "Piknik '72" milik Naif dan "Jera" dari Agnez Mo.

Pengalaman panjang di balik layar video musik kemudian mengantarkan Eugene ke dunia film. Ia menjalani debut sebagai sutradara layar lebar melalui Cita-Citaku Setinggi Tanah pada 2012. Film tersebut bukan sekadar proyek komersial karena mengusung misi sosial. Keuntungan film disumbangkan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Film itu juga menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Eugene. Cita-Citaku Setinggi Tanah terpilih berkompetisi di Berlin International Film Festival atau Berlinale 2013. 

Di ajang Piala Maya 2012, film tersebut juga masuk nominasi Film Bioskop Terpilih dan Eugene Panji mendapat nominasi Sutradara Terbaik.

Setelah debut, Eugene terus mengeksplorasi berbagai genre. Pada 2017, ia menyutradarai Naura & Genk Juara the Movie, film musikal anak yang menggabungkan petualangan dengan isu perlindungan satwa.

Setahun kemudian, Eugene ikut menyutradarai 22 Menit bersama Myrna Paramita. Film yang dirilis pada 2018 tersebut mengambil latar serangan bom di kawasan MH Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016 dan menghadirkan kisah dari sudut pandang aparat serta warga yang berada di tengah situasi mencekam.

Baca Juga: Ruben Onsu Dinilai Tidak Layak Dapat Hak Asuh Anak Karena Terlilit Utang, Ini Jawaban Pengacaranya

Karya layar lebarnya berlanjut melalui Bangsatnya Cinta Pertama pada 2023. Film tersebut mengangkat dinamika persahabatan dan percintaan tiga perempuan muda dengan latar kehidupan perkuliahan di Belanda.

Jejak Eugene Panji juga tidak terbatas pada film layar lebar. Ia pernah menggarap film pendek Buang yang dirilis pada 2017. Film tersebut mengangkat kisah korban tragedi Mei 1998 dan seorang ibu yang kehilangan suami dan dua anak perempuannya.

EDITOR: Abdul Rahman