← Beranda
Ariana Grande Protes Lagu ‘We Can’t Be Friends’ Dipakai Pemerintahan Trump
Leni Setya WatiSenin, 24 Agustus 2026 | 01.26 WIB
ariana grande (x @creepydotorg)

 

 

JawaPos.com – Ariana Grande kembali menyuarakan keberatannya terhadap pemerintahan Donald Trump setelah lagu populernya “We Can’t Be Friends (Wait for Your Love)” digunakan dalam sebuah unggahan media sosial.

Menurut laporan Variety, Ariana memberikan respons keras setelah lagu tersebut muncul dalam konten yang berkaitan dengan pemerintahan Trump.

Penggunaan lagu tersebut sontak menarik perhatian karena Ariana sebelumnya juga pernah memprotes penggunaan musiknya oleh pihak pemerintahan Trump.

Kali ini, penyanyi “Thank U, Next” kembali menunjukkan bahwa ia tidak ingin karya musiknya dikaitkan dengan pesan atau agenda politik yang tidak sejalan dengan pandangannya.

Dalam respons yang dibagikan melalui media sosial, Ariana menegaskan penolakannya dengan menyampaikan pesan bahwa “your truth is false” atau “kebenaranmu itu salah.”

Pernyataan tersebut menjadi bentuk kritik langsung terhadap narasi yang dibawa dalam unggahan tersebut, sekaligus memperjelas sikap sang penyanyi mengenai penggunaan lagunya.

Ini bukan pertama kalinya Ariana menghadapi situasi serupa. Sebelumnya, ia juga mengecam pemerintahan Trump setelah versi lagunya “Bye” digunakan dalam video TikTok yang berkaitan dengan kebijakan deportasi. Saat itu, Ariana juga menyatakan keberatan terhadap penggunaan musiknya untuk menyampaikan pesan politik tertentu.

Kontroversi tersebut menambah panjang daftar musisi yang memprotes penggunaan karya mereka oleh pemerintahan Trump tanpa konteks yang mereka setujui.

Sebelumnya, sejumlah penyanyi lain juga pernah menyuarakan keberatan ketika lagu mereka digunakan dalam unggahan politik atau pesan pemerintahan. Situasi ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas penggunaan karya musik oleh pihak ketiga dalam komunikasi politik.

Bagi Ariana, persoalan ini bukan sekadar mengenai sebuah lagu yang muncul dalam video, tetapi juga tentang pesan yang melekat pada penggunaan karya tersebut.

Dengan respons terbarunya, ia kembali mempertegas posisinya dan meminta agar musiknya tidak digunakan untuk mendukung narasi yang bertentangan dengan keyakinannya.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti