← Beranda
Korban Ungkap Kronologi Kekerasan Seksual yang Dilakukan Artis EJR
Abdul RahmanMinggu, 23 Agustus 2026 | 16.47 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak. (Dok.Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Pengakuan seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual diduga dilakukan oleh seorang artis pria berinisial EJR menjadi perhatian publik luas di media sosial. Melalui akun Threads @ajsbsbwas, perempuan tersebut menceritakan pengalaman traumatis yang sempat dialaminya.

Berawal dari korban bersama EJR dan teman lainnya berinisial NB sedang bersama di kawasan Senayan, Jakarta. Dalam unggahannya, korban menyebut pertemuan tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. 

Setelah itu, ia mengatakan EJR menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Namun, menurut pengakuannya, perjalanan tersebut justru berlanjut ke kediaman EJR di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Korban mengaku mengalami perubahan kondisi tubuh setelah EJR beberapa kali mengarahkan asap vape ke mulutnya dan memintanya untuk menghirup asap tersebut.

Baca Juga: Ruben Onsu Beri Penjelasan soal Dana Rp 3,5 Miliar hingga Ditetapkan Tersangka

Ia mengatakan, saat itu tidak mengetahui kandungan vape yang digunakan. Belakangan, menurut pengakuannya, ia mendapat informasi bahwa vape itu ternyata mengandung THC.

“Setelah itu, kondisi saya berubah drastis. Saya kehilangan kendali atas diri saya sendiri. Saya tidak bisa merasakan badan saya,” tulis korban dalam unggahannya.

Ia juga menggambarkan dirinya mengalami kesulitan saat membuka mata, berjalan, hingga mengendalikan tubuh. Kondisi tersebut disebut berbeda dari sekadar rasa lelah atau pengaruh minuman beralkohol.

Korban kemudian mengaku samar-samar mengingat dirinya tiba di kediaman EJR. Ia sempat terbentur beberapa kali dan berusaha membuka mata. Karena merasa mual, ia juga sempat meminta pergi ke toilet.

Setelah itu, korban mengatakan kembali kehilangan ingatan. Ia baru mengingat situasi ketika merasa harus pulang, tetapi kondisi tubuhnya masih sangat lemah kala itu.

Sekitar pukul 03.00 WIB, korban mengaku terbangun setelah ibunya mencarinya. Ia panik dan memutuskan segera pulang meski kondisi tubuhnya belum sepenuhnya normal.

Menurut ceritanya, EJR sempat meminta dirinya tetap tinggal hingga pagi hari agar dapat diantar pulang ketika kondisinya membaik. Namun, korban memilih pulang.pada malam itu juga dengan menggunakan taksi karena khawatir keluarganya sedang mencarinya.

Dalam perjalanan pulang, korban menghubungi NB melalui WhatsApp. Ia mengaku berusaha meminta penjelaskan atas kondisi tubuh yang dirasakannya kepada temannya itu.

Menurut korban, NB menyebut vape yang digunakan pada malam itu sangat berbahaya dan disebut menggunakan “dosis gorilla”.

Korban menyebut, dirinya telah mengalami kekerasan seksual selama berada di rumah artis EJR. Tindakan itu terjadi ketika dirinya berada dalam kondisi yang tidak sadar dan tidak mampu mengendalikan tubuhnya.

Baca Juga: Balada Ruben Onsu: Perjuangkan Hak Asuh Anak, Malah Jadi Tersangka Penipuan

“Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan. Saya tidak dalam kondisi sadar dan mampu mengambil keputusan untuk diri saya sendiri. Saya tidak mampu mengontrol tubuh saya, bahkan untuk sekadar membuka mata dan berjalan dengan normal saya tidak bisa," ungkapnya.

Oengalaman traumatis tersebut masih membekas hingga sekarang. Korban juga mengaku menyimpan sejumlah bukti, termasuk percakapan dengan NB.

EDITOR: Abdul Rahman