← Beranda
Mengenang Putri Juficha, Aktif Suarakan Isu Lingkungan, Sedih Sekali Saat Banjir Terjadi di Sumatera
Abdul RahmanSenin, 17 Agustus 2026 | 17.09 WIB
Putri Juficha meninggal di usia muda, 26 tahun. (istimewa)

 

JawaPos.com - Putri Andriani Juficha tidak hanya dikenal sebagai sosok yang pernah menyandang gelar Miss Earth Indonesia 2025 semasa hidupnya. Di balik pesona dan kiprahnya di dunia pageant, Putri juga meninggalkan jejak lewat kepeduliannya terhadap lingkungan. Isu tentang bumi, pencemaran sungai, pengelolaan sampah, hingga isu tentang keberlanjutan menjadi bagian penting dari perjuangannya.

Putri Juficha diketahui meninggal dunia pada 14 Agustus 2026, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26. Kabar tersebut disampaikan organisasi Miss Grand Indonesia. Hingga kabar duka diumumkan, penyebab kematian Putri belum dipublikasikan. Namun kabar yang beredar, Putri mengalami serangan jantung.

Kepergian Putri dalam usia yang masih sangat muda membuat banyak orang kembali mengenang perjalanan hidupnya. Bukan sekadar karena mahkota yang pernah dikenakannya, tetapi juga karena gagasan dan kepedulian yang dia bawa ketika mendapat kesempatan berbicara menyampaikan pesan di ruang publik.

Putri Juficha dan Kepeduliannya terhadap Lingkungan

Baca Juga: Penertiban Truk Tambang Parung Panjang Hanya Bertahan 1 Hari, Netizen Sentil Keras Rudy Susmanto

Sebagai Miss Earth Indonesia 2025, Putri memang berada dalam ajang yang menempatkan isu lingkungan sebagai salah satu fokus utama. Namun, kepeduliannya terhadap bumi tidak berhenti pada status sebagai seorang beauty queen.

Putri dikenal aktif menyuarakan pentingnya pengelolaan sampah, daur ulang, perlindungan sungai dari pencemaran, serta pelestarian lingkungan dan komunitas. Miss Earth bahkan mengenang Putri sebagai sosok yang memiliki komitmen terhadap advokasi lingkungan.

Di banyak kesempatan, Putri selalu menekankan bahwa pengetahuan dapat mendorong seseorang untuk bertindak. Baginya, ketika masyarakat memahami dampak dari pilihan sehari-hari terhadap lingkungan, mereka dapat menjadi bagian dari solusi.

Pemikiran tersebut memperlihatkan bahwa isu lingkungan bagi Putri bukan sekadar materi kampanye. Ia berusaha menjadikan pesan tentang keberlanjutan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari rumah tangga, sungai, hingga komunitas.

Hatinya Terkoyak Melihat Banjir dan Longsor di Sumatera 

Kepedulian Putri terhadap lingkungan terasa semakin kuat ketika melihat bencana terjadi yang berkaitan dengan kondisi alam dan kehidupan masyarakat. Banjir dan longsor yang sempat melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi salah satu gambaran betapa rentannya manusia ketika keseimbangan lingkungan dan alam terganggu.

Ketika banjir dan longsor di Sumatera terjadi pada penghujung tahun 2025, Putri Juficha sedih sekali. Dia sampai menangis, bahkan sempat melayangkan kritikan cukup pedas terhadap Kementerian Kehutanan atas penebangan hutan yang terjadi.

"Seharusnya kita sebagai manusia mikir, dengan kita mengubah hutan atau tempat konservasi menjadi kebun sawit, tambang, itu akan berdampak ke kita sendiri," kata  Putri sambil menangis dalam video diunggah akun jalungga_post di TikTok.

Dia pun meminta publik untuk mendoakan bumi pertiwi agar penebangan hutan yang mengganggu ekostem lingkungan dan alam tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Rasa sedih terhadap bencana semacam itu sejalan dengan pesan lingkungan yang selama ini dia bawa. Putri Juficha memandang persoalan lingkungan bukan hanya tentang menjaga pemandangan tetap indah, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Dari Dunia Komunikasi hingga Belajar Hukum

Putri Juficha juga memiliki latar belakang pendidikan yang menarik. Ia merupakan lulusan bidang komunikasi dan kemudian melanjutkan pendidikan hukum. Perpaduan dua bidang tersebut membuat perhatian Putri terhadap isu lingkungan memiliki perspektif yang lebih luas.

Komunikasi membekalinya dengan kemampuan menyampaikan pesan kepada publik. Sementara itu, pendidikan hukum memberinya pemahaman mengenai aturan dan kebijakan yang dapat menjadi instrumen untuk mendorong perubahan.

Baca Juga: Truk Tambang Parung Panjang Berulah Lagi, Anak ABG Jadi Korban

Tak heran jika isu lingkungan kemudian menjadi salah satu hal yang begitu dekat dengan perjalanan Putri. Ia tidak hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi juga melihat pentingnya pengetahuan dan kebijakan dalam menciptakan perubahan.

EDITOR: Abdul Rahman