← Beranda
Profil Ifan Seventeen, Penyanyi yang Jadi Dirut PFN, Gebrakannya di Dunia Perfilman Ditunggu
Abdul RahmanRabu, 12 Agustus 2026 | 19.02 WIB
Ifan Seventeen. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Nama Ifan Seventeen kembali menjadi perhatian publik. Bukan hanya sebagai penyanyi dan vokalis band Seventeen, pemilik nama asli Riefian Fajarsyah kini mengemban tanggung jawab besar sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN).

Penunjukan Ifan sebagai Dirut PFN pada Maret 2025 sempat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, selama ini publik lebih mengenal pria kelahiran Yogyakarta, 16 Maret 1983, sebagai seorang musisi ketimbang sosok yang berkecimpung di industri perfilman.

Maka tak heran jika keputusan tersebut memunculkan tanda tanya dari sejumlah sineas dan pelaku industri film saat namanya diumumkan sebagai Dirut PFN. Aktor Fedi Nuril termasuk salah satu yang secara terbuka mempertanyakan keputusan tersebut. 

Sutradara Riri Riza juga sempat mengunggah konten bernada satire terkait penunjukan Ifan Seventen. Demikian juga sutradara Joko Anwar sempat menyoroti minimnya keterlibatan sineas dalam proses diskusi tentang pemilihan pimpinan PFN.

Baca Juga: Doktif Jawab Tuduhan Konflik Kepentingan dalam Kasus Richard Lee

Keraguan tersebut pada dasarnya berangkat dari satu pertanyaan besar: sejauh mana seorang musisi mampu memimpin perusahaan negara yang bergerak di industri perfilman?

Di sisi lain, ada juga yang berkomentar moderat meminta publik tidak buru-buru memberikan penilaian. Ifan diminta untuk diberikan kesempatan bekerja terlebih dahulu daripada menghakimi di awal.

Kementerian BUMN ketika itu sempat menyebut Ifan Seventeen memiliki pengalaman di industri kreatif, termasuk sebagai produser, dan meminta masyarakat memberikan kesempatan kepadanya untuk membuktikan kemampuan dan gebrakannya di PFN.

Bukan Sekadar Penyanyi

Jika melihat perjalanan kariernya secara utuh, Ifan memang lebih dahulu dikenal melalui musik. Bakat bernyanyinya sudah terlihat ketika dirinya bersekolah di SMA Negeri 3 Pontianak. Ia bahkan pernah mengikuti berbagai kompetisi menyanyi dan meraih penghargaan festival vokal antarpelajar pada 2001.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Ifan semakin serius menekuni dunia musik. Namanya kemudian melekat dengan band Seventeen yang berhasil mengantarkan ke puncak popularitas.

Ifan bergabung sebagai vokalis Seventeen setelah mengikuti audisi usai vokalis sebelumnya mengundurkan diri. Bersama band tersebut, ia ikut membesarkan sejumlah lagu dan album yang membuat Seventeen memiliki basis penggemar luas di Indonesia. Album seperti Lelaki Hebat, Dunia Yang Indah, Sang Juara, dan Pantang Mundur menjadi bagian dari perjalanan musiknya bersama Seventeen.

Karakter vokalnya yang khas dan sejumlah lagu Seventeen yang lekat dengan kisah percintaan membuat nama Ifan semakin dikenal. Seventeen bahkan menjadi salah satu band yang cukup populer di industri musik Tanah Air.

Tragedi Tsunami Mengubah Hidup Ifan Seventeen

Perjalanan hidup Ifan tidak selalu berjalan mulus. Salah satu titik paling berat dalam kehidupannya terjadi pada 22 Desember 2018 ketika tsunami menerjang kawasan Tanjung Lesung, Banten.

Saat itu, Seventeen tengah tampil di sebuah acara dan diterjang tsunami. Sejumlah anggota band dan orang-orang terdekat mereka menjadi korban, termasuk istri Ifan ketika itu, Dylan Sahara.

Ifan menjadi salah satu orang yang selamat dalam tragedi tersebut. Peristiwa itu kemudian tidak hanya menjadi bagian penting dalam kehidupan pribadinya, tetapi juga dituangkan ke dalam film dokumenter berjudul Kemarin.

Film tersebut menjadi salah satu jejak yang memperlihatkan bahwa keterlibatan Ifan dalam perfilman bukan sesuatu yang benar-benar baru. Ia tercatat menjadi executive producer si film Kemarin yang dirilis pada 2020.

Mulai Merambah Dunia Perfilman

Sebelum dipercaya memimpin PFN, Ifan mengaku telah memiliki rumah produksi sejak 2019. Ia juga menyebut dirinya masih aktif bersama rekan-rekan di rumah produksinya.

Selain Kemarin, Ifan pernah terlibat dalam sejumlah karya film sebagai pemeran maupun produser. Ia tampil dalam Sukep: The Movie pada 2019 dan Melukis Harapan di Langit India pada 2024. Ia juga terlibat dalam serial Satu Hati Dua Janji pada 2021.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menilai Ifan Seventeen memiliki bekal di industri kreatif yang dapat dikembangkannya ketika memimpin PFN.

Ifan sendiri memahami mengapa publik meragukan kapasitasnya. Menurut dia, sebagian besar masyarakat memang hanya mengetahui dirinya sebagai penyanyi. Karena itu, pengalaman Ifan di balik layar perfilman tidak banyak diketahui publik.

Sempat Diragukan, Kini Ditunggu Pembuktiannya

Kontroversi terkait penunjukan Ifan Seventeen tidak lantas hilang begitu saja. Kritik dari sejumlah sineas menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa posisi penting di PFN seharusnya diisi figur dengan rekam jejak yang lebih kuat di industri film.

Namun, di tengah keraguan tersebut, pemerintah memilih memberikan kesempatan. Kementerian BUMN menegaskan bahwa kemampuan Ifan akan terlihat dari kreativitas, pengalaman, dan gebrakan yang mampu dibuatnya untuk PFN.

Artinya, publik kini memiliki tolok ukur yang lebih konkret. Bukan lagi sekadar melihat latar belakang Ifan sebagai vokalis Seventeen, melainkan menunggu hasil kerjanya sebagai pimpinan perusahaan perfilman negara.

Tantangan tersebut tentu saja tidak ringan. Ketika pertama kali menjabat, Ifan juga mengungkap adanya persoalan internal di PFN yang perlu dibenahi, termasuk masalah pembayaran gaji karyawan. Ia mengatakan pembenahan internal menjadi salah satu pekerjaan awal yang harus dilakukan sebelum PFN dapat lebih leluasa menghasilkan karya.

Kehidupan Pribadi Ifan Seventeen

Terkait kehidupan pribadi, Ifan diketahui pernah menikah dengan Ghea Astrid Gayatri pada 2006. Pernikahan tersebut berakhir pada 2011. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang anak perempuan.

Pada 2016, Ifan menikah lagi dengan Dylan Sahara. Pernikahan tersebut berakhir tragis setelah Dylan menjadi salah satu korban tsunami Tanjung Lesung pada 2018.

Dua tahun lebih setelah tragedi tersebut, Ifan kembali membangun kehidupan rumah tangga bersama Citra Monica. Sejoli ini menikah pada 29 Mei 2021.

Di luar kesibukannya sebagai musisi dan Dirut PFN, Ifan juga tetap mempertahankan aktivitasnya di dunia musik. Pada Januari 2026, ia merilis karya solo melalui lagu Jangan Paksa Rindu (Beda). Lagu tersebut menjadi bagian dari album Resonance dan kembali memperlihatkan sisi Ifan sebagai penyanyi yang selama ini sudah dikenal publik.

Menariknya, aktivitas bermusik tersebut berlangsung ketika Ifan juga tengah menjalankan tanggung jawabnya di PFN. Dua dunia yang selama ini melekat dalam dirinya, musik dan industri kreatif, kini berjalan beriringan.

Pada akhirnya, jabatan sebagai Dirut PFN menjadi babak baru yang jauh lebih besar bagi Ifan Seventeen. Ia datang dengan popularitas sebagai penyanyi, pengalaman di industri kreatif, serta rekam jejak sebagai produser, tetapi juga menghadapi keraguan dari sebagian pelaku perfilman.

Baca Juga: Ifan Seventeen Bukannya Unjuk Bukti di Perfilman Sebagai Dirut PFN, Malah Rilis Single

Karena itu, tantangan terbesar Ifan Seventeen bukan lagi sekadar menjawab kritik. Ia juga harus membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya mampu menghasilkan perubahan nyata bagi PFN dan industri perfilman Indonesia.

EDITOR: Abdul Rahman