← Beranda
Ifan Seventeen Bukannya Unjuk Bukti di Perfilman Sebagai Dirut PFN, Malah Rilis Single
Abdul RahmanRabu, 12 Agustus 2026 | 17.30 WIB
Ifan Seventeen. (istimewa)

 

JawaPos.com - Penunjukan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) pada 10 Maret 2025 sempat menuai sorotan dan kontroversi. Lebih dari setahun setelah dipercaya memimpin perusahaan yang bergerak di bidang perfilman tersebut, publik masih menantikan gebrakan nyata yang dilakukan Ifan di industri film.

Di tengah penantian itu, Ifan Seventeen justru kembali menunjukkan aktivitasnya di dunia musik dengan merilis single terbaru berjudul “Apa Kabar". Bukan berusaha mengikis sentimen negatif dan ketidakpercayaan sejumlah pihak kepada dirinya untuk menangani perfilman.

Keputusan menempatkan Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN sebelumnya memunculkan pro dan kontra. Sejumlah sineas dan pelaku industri perfilman mempertanyakan kapasitasnya dalam mengelola perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan industri film nasional.

Keraguan tersebut terutama muncul karena rekam jejak Ifan selama ini lebih dikenal sebagai seorang musisi. Ia merupakan vokalis Seventeen yang kemudian melanjutkan karier sebagai penyanyi solo setelah grup tersebut berhenti beraktivitas akibat tragedi tsunami Banten pada 2018.

Baca Juga: Eks Karyawan Ungkap Tugas Tak Biasa dari Richard Lee: Carikan Rumah untuk Cewek hingga Transfer Uang

Meski demikian, tidak semua pihak langsung memberikan penilaian negatif. Ada pula yang memilih bersikap moderat dan meminta Ifan diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya mengelola PFN serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri perfilman Indonesia.

Namun, setelah lebih dari satu tahun menjabat, kiprah Ifan di dunia perfilman belum banyak diketahui publik. Perhatian terhadap dirinya justru kembali datang dari ranah musik setelah dia meluncurkan single terbaru “Apa Kabar"

Single tersebut merupakan versi terbaru dari lagu “Apa Kabar” yang sebelumnya masuk dalam album perdana solo Ifan Seventeen bertajuk Ressonance, yang dirilis pada 9 Januari 2026.

Lagu yang ditulis Ifan Seventeen bersama Opik Kurdi dan Relando Riyandi itu mengangkat cerita tentang seseorang yang masih sulit menerima kepergian orang yang dicintainya. Di tengah rasa kehilangan, ia terus mempertanyakan kabar orang tersebut sekaligus menyimpan harapan agar sang pujaan hati kembali.

Dalam versi terbaru, Ifan menghadirkan aransemen yang lebih emosional. Pendekatan musikal tersebut dibuat untuk memperkuat nuansa kesepian, kerinduan, hingga kepasrahan yang menjadi benang merah lirik “Apa Kabar”.

“Memang versi terbaru ini disajikan melalui pendekatan musikal yang lebih matang dan mendalam. Aransemen musiknya dibangun untuk semakin memperkuat suasana kesepian, kerinduan serta kepasrahan yang terdapat di dalam lirik lagunya,” ujar Ifan dalam keterangan tertulis.

Vokal khas Ifan menjadi elemen utama di lagu tersebut. Karakter suaranya membawa pendengar mengikuti kisah seseorang yang rela menurunkan ego demi mempertahankan hubungan, tetapi tetap tidak mampu membuat orang yang dicintainya kembali.

Salah satu bagian paling emosional terdapat dalam penggalan lirik, “Telah kupertaruhkan semua egoku ini, kembali padaku.” Kalimat tersebut menggambarkan perjuangan seseorang yang rela mengesampingkan harga diri demi mempertahankan hubungan yang mulai berada di ujung tanduk.

Bagi Ifan, versi terbaru “Apa Kabar” bukan sekadar mendaur ulang lagu lama dengan kemasan berbeda. Ia ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih intim, reflektif, dan emosional dibandingkan versi sebelumnya.

“Lagu ini bukan sekadar menghadirkan lagu lama dengan kemasan baru. Namun versi baru ini menjadi sebuah interpretasi yang menawarkan pengalaman mendengarkan berbeda, lebih intim, reflektif dan emosional dibandingkan versi sebelumnya,” jelas Ifan.

Perjalanan Panjang Ifan Seventeen di Dunia Musik

Sebelum dipercaya menduduki posisi strategis di PFN, Ifan Seventeen telah memiliki perjalanan panjang di industri musik Indonesia. Ia bergabung dengan Seventeen pada 2008 melalui proses audisi dan seleksi untuk menggantikan vokalis sebelumnya.

Ketika Ifan masuk, Seventeen telah memiliki nama di industri musik Tanah Air. Bersama band tersebut, Ifan kemudian ikut membawakan sejumlah lagu yang populer dan lekat dengan pendengar musik Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah “Lelaki Hebat”, “Selalu Mengalah”, “Jaga Selalu Hatimu”, “Jalan Terbaik”, “Menemukanmu”, “Ayah”, hingga “Kemarin”.

Perjalanan Ifan tidak selalu berjalan mulus. Pada 2018, ia menghadapi tragedi besar ketika tsunami menerjang kawasan Banten dan merenggut nyawa sejumlah personel Seventeen. Ifan menjadi satu-satunya personel band yang selamat dari kejadian tersebut.

Kehilangan itu tidak membuat Ifan berhenti berkarya. Ia tetap melanjutkan perjalanan musiknya sebagai penyanyi solo dan perlahan membangun kembali kariernya.

Baca Juga: Komnas PA Miris Lihat Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah: Psikis Anak Terganggu

Salah satu pencapaian yang kemudian mengiringi karier solonya datang melalui lagu “Jangan Paksa Rindu”. Lagu tersebut disebut telah meraih lebih dari 200 juta stream secara akumulatif di berbagai platform musik digital dan turut viral di media sosial.

Di sisi lain, kiprah nyata Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN masih menjadi bagian yang dinantikan publik. Apalagi, dia dihadapkan pada gelombang ketidakpercayaan dari kalangan sineas dan pelaku industri perfilman nasional sejak awal ditunjuk.

EDITOR: Abdul Rahman