← Beranda
Rizky Billar Jadi Korban Penipuan Manajer Artis, Nanda Persada: Banyak yang Jadi Korban Sebenarnya
Abdul RahmanRabu, 12 Agustus 2026 | 02.50 WIB
Aktor Rizky Billar. (Instagram: rizkybillar)

 

JawaPos.com - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dialami Rizky Billar oleh oknum manajer artis mendapat perhatian dari manajer artis Nanda Persada. Menurut Nanda, kasus serupa sebenarnya banyak terjadi di kalangan selebriti, bukan hanya dialami Rizky Billar.

Nanda mengungkapkan, banyak artis lain juga menjadi korban dugaan penipuan maupun penggelapan yang dilakukan oleh oknum manajer. Namun, tidak semua korban berani mengungkapkan pengalaman mereka ke publik.

"Banyak sebenarnya yang jadi korban penipuan dan penggelapan oleh oknum manajer artis (bukan hanya Rizky Billar). Cuma ada yang gamblang menceritakan ini, ada yang tidak," kata Nanda Persada.

Menurut Nanda, sebagian artis baru ikut berbicara setelah kasus serupa mencuat ke publik. Ia menilai, terbukanya kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pekerja di industri hiburan, baik artis maupun manajer.

Baca Juga: Eks Karyawan Ungkap Tugas Tak Biasa dari Richard Lee: Carikan Rumah untuk Cewek hingga Transfer Uang

"Memang penting ya kasus ini untuk kita buka agar menjadi pembelajaran buat semuanya," ujarnya.

Nanda juga menilai, oknum manajer yang memiliki rekam jejak buruk dalam menjalankan pekerjaannya perlu mendapatkan konsekuensi. Sanksi tersebut dapat berupa  hukum sesuai peraturan maupun berupa sanksi sosial.

"Orang-orang yang punya track record buruk seperti ini harus mendapatkan sanksi, baik secara hukum ataupun sanksi sosial," tegas Nanda.

Ia mengingatkan hubungan antara artis dengan manajer seharusnya dibangun secara profesional dan setara. Manajer memiliki peran penting dalam membantu artis mengelola pekerjaan. Begitu pula artis memberikan kepercayaan kepada manajer untuk menjalankan tugasnya.

"Manajer dan artis itu sejajar. Mereka saling support, saling membantu. Nggak boleh kita membeda-bedakan. Kalau memang salah ya salah," tuturnya.

Nanda mengaku sudah mendengar cerita dari sejumlah artis yang merasa dirugikan dalam hubungan kerja dengan manajer. Bahkan, beberapa di antaranya kini tengah mengumpulkan bukti untuk menempuh jalur hukum.

"Banyak teman-teman artis yang sudah cerita sama aku. Mereka lagi mengumpulkan bukti-bukti untuk diproses secara hukum," ungkapnya.

Namun, tidak semua artis memiliki bukti yang cukup kuat untuk membuat laporan polisi. Kondisi tersebut membuat sebagian korban merasa kesulitan membawa persoalan yang mereka alami ke ranah hukum.

"Ada juga mereka nggak punya bukti-bukti hukum yang kuat, sehingga susah untuk melaporkan ini ke jalur hukum. Ini sayang banget," kata Nanda.

Dalam kesempatan itu, Nanda Persada mengimbau para artis untuk lebih tertib dalam urusan administrasi. Setiap kerja sama sebaiknya dituangkan dalam kontrak yang jelas dan seluruh pihak harus memiliki salinan atas dokumen tersebut.

Ia menilai, kelengkapan administrasi penting untuk menjaga hubungan profesional antara artis, manajer, klien, maupun brand. Dokumen tersebut juga dapat menjadi bukti apabila di kemudian hari muncul persoalan.

"Aku ingin mengingatkan kepada teman-teman artis untuk rapi secara administrasi. Kontrak-kontrak itu harus mengetahui, harus ada salinannya juga untuk menjaga hubungan baik dengan klien, dengan brand," jelasnya.

Baca Juga: Doktif Jawab Tuduhan Konflik Kepentingan dalam Kasus Richard Lee

Nanda juga memberikan peringatan kepada para manajer artis agar tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh artis. Menurutnya, tindakan dugaan penipuan dan penggelapan bukan sekadar persoalan internal dalam hubungan kerja.

"Pesan buat teman-teman manajer artis yang suka melakukan penggelapan atau penipuan, ini masalah serius, bisa masuk ke ranah hukum pidana sebenarnya," pungkas Nanda Persada.

EDITOR: Abdul Rahman