← Beranda
Maia Estianty Kasihan Pasien BPJS Harus Antre Panjang di RS
Abdul Rahman• Sabtu, 8 Agustus 2026 | 02.53 WIB
Maia Estianty. (istimewa)

 

JawaPos.com - Maia Estianty mengungkapkan keprihatinannya terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan yang harus menghadapi antrean panjang ketika sedang membutuhkan pelayanan di rumah sakit.

Pernyataan tersebut disampaikan Maia di tengah sorotan publik terhadap peristiwa yang dialami Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang akhirnya meninggal dunia setelah lama tidak mendapatkan ruangan perawatan di sebuah rumah sakit.

Melalui unggahan di media sosialnya, Maia mengatakan bahwa dirinya sejatinya juga merupakan peserta BPJS. Dia bersyukur belum pernah menggunakan layanan tersebut karena kondisi kesehatannya sejauh ini dalam keadaan baik.

"Aku bayar BPJS, bahkan karyawanku juga, tapi aku nggak pernah pake (alhamdulillah sehat). Tapi kadang kasihan kalau pas di RS lihat pasien BPJS antre panjang banget," tulis Maia Estianty di akun media sosial Threads.

Baca Juga: Tanggapan Minola Soal Dokumen Lab Ruben Onsu Dipertanyakan Netizen, Data Dinilai Tidak Sesuai

Menurut Maia, kondisi tersebut membuat dia membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi pasien yang sedang membutuhkan pertolongan medis, tapi harus menunggu karena keterbatasan ketersediaan ruang perawatan untuk mereka.

"Aku pun mungkin nggak sanggup kalau sakit kudu ngantre. Semangat para pemakai BPJS," ujar Maia Estianty.

Pernyataan Maia tersebut tentu saja ada kaitannya dengan peristiwa yang dialami Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang meninggal dunia setelah lama menunggu mendapatkan ruangan perawatan di rumah sakit.

Kasus Yurizal ini menjadi pusat perhatian publik dan memunculkan pembahasan banyak orang terkait pengalaman mereka atau orang terdekat menjadi pasien BPJS ketika membutuhkan layanan kesehatan.

Selain menyampaikan keprihatinannya kepada pasien BPJS, Maia Estianty juga memberikan pesan kepada para tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan medis.

Maia meminta mereka untuk tidak berkomentar negatif atau berkata kurang baik terhadap pasien BPJS. Ibunda Al, El, dan Dul juga meminta mereka untuk kuat dan tidak mudah mengeluh ketika menghadapi beban pekerjaan yang berat.

Baca Juga: Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi

"Buat para nakes, kami tahu anda lelah karena pasien yang banyak, tapi bukankah kalian memang sudah mendedikasikan hidup anda untuk menolong yang sakit?" kata Maia.

"Semangat para nakes, perjuangan kalian tentunya akan dibalas oleh Allah. Tapi jangan berkata-kata buruk ke pasien ya," imbuhnya.

EDITOR: Abdul Rahman