JawaPos.com - Setelah lama menanti, film Saat Aku Bersuara akhirnya resmi tayang serentak di bioskop Tanah Air. Bukan cuma sekadar tontonan, film tersebut merupakan sebuah gerakan sosial untuk menyuarakan kebenaran.
“Film ini bukan cuma sekedar hiburan, tetapi upaya membuat orang-orang berhenti bungkam,” ucap Penulis Skenario Tissa Ts di kawasan Jakarta Selatan.
Film Saat Aku Bersuara berfokus pada kehidupan seorang pengacara muda bernama Nadia yang diperankan Marshanda. Kehidupan Nadia nyaris sempurna.
Baca Juga: Kenny Austin Selalu Ajak Main Anak Sebelum Berangkat Kerja
Selain punya karir cemerlang, dia juga memiliki calon suami yang green flag. Namun, bayang-bayang hidup bahagia dengan segala yang dipunya mendadak sirna.
Kekerasan seksual yang dialaminya seolah menjadi mimpi buruk di tengah siang bolong. Nadia jadi korban pemerkosaan ketika menolong sahabatnya.
Kejadian itu menghancurkan seluruh rencana hidupnya yang telah tersusun rapih sejak lama. Pernikahannya batal dan Nadia merasa kotor dengan diri sendiri. Namun, Nadia ogah larut dalam keterpurukan.
Baca Juga: Beradu Akting dengan Kenny Austin, Gisella Anastasia Bintangi Sinetron Tobat Jatuh Cinta
Bersama dua sahabatnya, Andien (Rini Yulianti) dan Riani (Hana Malasan), serta dukungan dari seorang jaksa dengan masa lalu kelam, yakni Adrian (Ibnu Jamil), Nadia bangkit melawan trauma dan sistem hukum yang memihak pelaku.
“Karakter Nadia dibuat sangat berlapis karena memang yang kami sorot di sini adalah emotional journey seorang perempuan korban kekerasan seksual,” kata Tissa.
Proses penulisan skenario memakan waktu selama dua tahun. Sebab, Tissa melakukan observasi langsung berdiskusi dengan sejumlah penyintas untuk proses penelitian dan membentuk karakter demi menghidupkan cerita.
“Risetnya tuh nggak gampang, harus melakukan pendekatan personal ke beberapa orang yang aku anggap sangat mewakili untuk bikin film ini,” ujar Tissa.
Metode pendekatan yang dilakukan juga tidak boleh sembarangan agar tidak terkesan menginterogasi korban.
Sementara itu, Sutradara Sonu Samtani menambahkan, film Saat Aku Bersuara merupakan bukti nyata dukungan publik terhadap korban kekerasan seksual. “Mereka punya harapan untuk bangkit kalau berani bersuara, didukung kok sama keluarga dan kerabat. Suaramu berarti! Empati itu nggak terbatas dari jenis kelamin tertentu kok,” ujar Sonu.
Baca Juga: Jadikan Istri Sebagai Jaminan, Richard Lee Memohon Jadi Tahanan Kota