← Beranda
Film Dukun Magang Resmi Tayang! Jadi Debut Proyek Komedi Hana Saraswati
Shafa NadiaJumat, 19 Juni 2026 | 05.17 WIB
Film Dukun Magang jadi debut proyek komedi Hana Saraswati. (Shafa Nadia/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Film Dukun Magang karya sutradara Chiska Doppert resmi meramaikan bioskop Tanah Air. Proyek horor-komedi tersebut menceritakan tentang perjalanan seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah desa terpencil.

Kisah berfokus pada Raka (Jefan Nathanio) yang mengalami stres berat karena judul skripsi yang diajukan kerap ditolak dosen pembimbingnya. Dengan modal nekat, Raka mengambil topik tentang dunia perdukunan yang membawanya ke Desa Kalimati.

Selama proses penelitian, Raka ditemani oleh dua rekannya, Sekar (Hana Saraswati) yang merupakan warga asli desa tersebut dan Boiman (Fajar Nugra). Di Desa Kalimati, Raka magang dengan dukun legendaris, Mbah Djambrong (Adi Sudirja).

Baca Juga: Enau Berbagi Kenangan di Ngamen Intim Sesi Potret

Masalah terjadi karena kecerobohan Raka melepas kuntilanak hitam yang telah dikurung selama 12 tahun oleh Mbah Djambrong. Akibatnya, keselamatan seluruh warga desa terancam. Demi membereskan kekacauan itu, Raka terpaksa belajar ilmu hitam.

Film Dukun Magang menyajikan drama teror mengerikan dengan sentuhan komedi yang bikin penonton terpingkal-pingkal. Hana mengaku tidak sabar menyaksikan respons publik sejak hari pertama penayangannya pada Kamis (18/6).

Pasalnya, Dukun Magang juga merupakan debut komedi Hana di industri perfilman. "Aku excited banget karena ini proyek komedi pertamaku. Film ini tuh lucu banget dan harusnya bisa diterima masyarakat luas," kata Hana di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Syuting Pakai Rigging Kamera Bikin Diandra Agatha Sulit Konsentrasi

Bicara soal karakter, Hana menyebut bahwa sosok Sekar memiliki daya tarik tersendiri di film Dukun Magang. Menurut dia, keberadaan Sekar punya makna besar karena menjembatani sudut pandang modern dengan tradisi.

"Sekar itu menarik, dia punya sisi modern, tapi tetap, dekat dengan budaya dan tradisi desa tanah kelahirannya," tutur Hana.

Lewat karakter Sekar, penonton juga diajak untuk melihat dunia mistis dari kacamata yang berbeda.

"Jadi di sini dia tuh nunjukkin kalau mistis itu bukan sesuatu yang menakutkan, tapi juga bagian dari kehidupan yang perlu dihargai," jelas Hana.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah