JawaPos.com - Marshanda jadi korban kekerasan seksual di film Saat Aku Bersuara. Kejadian itu membuat dunia Nadia runtuh seketika di saat dirinya punya karier cemerlang sebagai pengacara muda. Dengan segala trauma yang diemban, Nadia berupaya bangkit untuk menyuarakan kebenaran.
Marshanda menuturkan bahwa Nadia merupakan salah satu peran yang paling menantang selama berkutat di dunia seni peran. Sebab, tokoh tersebut memiliki lapisan emosi yang beragam, kompleks, dan sulit untuk diselami.
Ada banyak fase yang dialami Nadia sebagai seorang penyintas. Mulai dari down, stres, depresi, membenci diri sendiri, merasa kotor, putus asa, sampai akhirnya bisa kembali bangkit dan berani bersuara.
Baca Juga: Dukung Futurepreneur Lab 2026, Bantu Masa Depan Ekosistem Startup Indonesia
“Paling menantang karena proses perjalanannya panjang. Dan di antara itu semua, yang paling sulit dan hebat adalah ketika bisa merasakan lagi sebuah harapan,” kata Marshanda di Plaza Senayan XXI, Jakarta Pusat.
Ibu satu anak tersebut menuturkan, ada sejumlah metode yang dilakukan selama menyelami emosi Nadia. Selain mengandalkan skrip, Marshanda juga berdiskusi dengan sejumlah penyintas yang mengalami hal serupa.
“Sebelum masuk ke mental, pasti aku minta banyak input, cari informasi sana-sini, belajar juga nanya ke orang-orang yang pernah mengalami, ngobrol sama sutradara dan pemain lain,” ucap Marshanda.
Baca Juga: Didi Riyadi Comeback Main Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Dituntut Berdialog Bahasa Jawa-Inggris
Selain itu, Marshanda juga melibatkan trauma masa lalunya untuk bisa menghidupkan karakter Nadia dengan natural.
“Kalau Caca merasakan trauma, aku buat rasa itu terlibat ketika aku menjadi Nadia. Cuma aku nggak tahu jadinya sama apa nggak,” jelas dia.
Saat Aku Bersuara disutradarai oleh Sonu Samtani dan ditulis Tisa TS, mengangkat isu sosial perihal pelecehan seksual yang kerap dialami banyak orang, khususnya perempuan. Film tersebut mengajak masyarakat untuk berani bersuara.
Selain Marshanda, film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Juni itu juga turut dibintangi Nino Fernandez, Ibnu Jamil, Hana Malasan, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Lydia Kandou, Omar Daniel, dan Unique Priscilla.