JawaPos.com - Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan telah resmi tayang di bioskop sejak Kamis (11/6). Proyek garapan rumah produksi HAS Pictures itu berfokus pada kehidupan rumah tangga Bima (Riza Irsyadillah) dan Ersya (Ratu Sofya).
Perjalanan hidup mereka mulai berubah ketika nekat bepergian ke luar kota dan mengabaikan firasat buruk Ibu Bima, Nungki (Dominique Sanda) hingga mencekokinya dengan obat tidur.
Ersya menyimpan kekesalan terhadap ibu mertuanya. Sebab, dianggap terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangganya. Sementara di sisi lain, Bima merupakan sosok pria yang meratukan ibu.
Nahas, Bima dan Ersya mengalami kecelakaan di tengah perjalanan. Mobil mereka bertabrakan dengan truk yang dikendarai secara ugal-ugalan oleh sang sopir, Nanang (Revaldo).
Dalam kondisi penuh luka dan mobil yang rusak parah, keduanya terpaksa menginap di sebuah hotel tua misterius. Di tempat itu mimpi buruk yang sesungguhnya dimulai. Keduanya kerap dihantui makhluk tak kasat mata.
Bukan cuma itu, Bima dan Ersya juga terbayang-bayang rahasia kelam masa lalu mereka. Sesosok algojo tak kasat mata mulai memburu mereka, membawa pesan bahwa dosa yang telah diperbuat dan harus ditebus.
Baca Juga: Bertabur Bintang, Cho Jung Seok, Park Hae Soo, dan Claudia Kim akan Bintangi Drama ‘Paper Man’
Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan mengusung genre horor thriller psikologis sarat makna bahwa setiap perbuatan pasti akan dipertanggungjawabkan. Digarap sutradara Sondang Pratama, film tersebut masuk dalam kategori usia 17 tahun ke atas.
Sondang menuturkan, film itu merupakan bagian dari proses perenungannya. “Ini adalah refleksi dari hidup saya yang nggak luput dari dosa. Jadi, saya coba terjemahkan ke film ini,” kata dia.
Menurut dia, zaman sekarang tidak sedikit orang yang mulai menormalisasi sesuatu hal buruk hingga tindak kejahatan. “Sebenarnya ada banyak jenis dosa, tapi kami cuma ambil beberapa contoh di sini yang paling sering terjadi di masyarakat,” tutur Sondang.
Dosa: Penebusan atau Pengampunan merupakan proyek film pertama Irish Bella sebagai seorang produser. Dia memilih filmnya dibalut dengan genre horor karena memahami tingginya minat masyarakat.
“Nggak bisa pungkiri memang banyak banget penggemar film horor, khususnya untuk range usia 17+,” ujar dia.
Sementara itu, Irsyadillah menceritakan, ada dua adegan yang seolah menjadi tamparan untuk dirinya. Yakni, ketika Bima berupaya keras untuk bisa bertemu lagi dengan sang ibu setelah melalui serangkaian kejadian aneh yang dialaminya.
Baca Juga: Umumkan Lokasi Tur Dunia 2026, BIGBANG akan ke Jakarta Januari 2027
“Itu menguras emosi aku banget sebagai Irsyad karena sebegitu frustasinya Bima. Secara personal aku merasa diwalikan sama Bima,” jelas Irsyadillah.
Selain itu, saat melakoni adegan menyaksikan Ersya disiksa untuk menebus segala dosa-dosanya. Walau belum berstatus sebagai suami, namun Irsyad mengaku bahwa scene tersebut sangat melukai batinnya.
“Itu paling menguras emosi juga harus lihat istri disiksa. Di situ aku benar-benar di-drill banget sama Pak Sondang sampai sangat-sangat menguras emosi aku sendiri,” tutur Irsyad.
Baca Juga: Buat Kejutan, Red Velvet Rencanakan Comeback Grup Lengkap di Bulan Agustus