← Beranda
Film VATERLAND dari Indonesia Menang Penghargaan di Cannes 2026
Abdul RahmanJumat, 22 Mei 2026 | 14.21 WIB
Film pendek VATERLAND or A Bule Named Yanto di Cannes 2026. (istimewa)

 

JawaPos.com - Film pendek berlatar Jogjakarta, VATERLAND or A Bule Named Yanto, berhasil harumkan nama bangsa di kancah internasional. Film arahan sutradara Berthold Wahjudi itu berhasil meraih penghargaan CANAL+ Award di ajang Cannes 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan pada malam penutupan Critics Week edisi ke-65, yang tahun ini menyeleksi karya dari lebih dari 1.050 judul film dari 106 negara.

Dalam kompetisi La Semaine de la Critique (Cannes Critics’ Week) yang digelar di Cannes, Prancis, pada 13–21 Mei 2026, film VATERLAND menjadi satu dari dua film pendek yang dianugerahi penghargaan dalam program tersebut di tahun ini.

Penghargaan Sony Discovery Prize untuk film pendek diraih oleh Skinny Boots karya Romain F. Dubois. Sedangkan CANAL+ Award For Short Film jatuh kepada VATERLAND or A Bule Named Yanto.

Baca Juga: Pesulap Merah Kaget Kuncen Gunung Kawi Blak-blakan Soal Sejumlah Nama Artis Diduga Lakukan Ritual Pesugihan

Film VATERLAND, Identitas Antara Dua Budaya

Film VATERLAND mengangkat cerita tentang Yanto, seorang pemuda keturunan Jerman–Indonesia berusia sekitar 20-an tahun. Ia datang mengunjungi adik perempuannya di Jogjakarta.

Yang awalnya diharapkan menjadi reuni sederhana berubah ketika Yanto menyadari bahwa adiknya merasa lebih mudah menjadi bagian dari lingkungan tersebut dibandingkan dirinya sendiri.

Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi refleksi pahit-manis tentang identitas ras campuran, rasa memiliki, dan keterasingan di antara dua budaya.

Film pendek ini digarap hasil kolaborasi insan kreatif dari dua negara, Indonesia dan Jerman. Mayoritas kru berasal dari Indonesia dan seluruh proses syuting dilakukan di Jogjakarta.

Annisa Adjam selaku produser film pendek VATERLAND dari Indonesia sekaligus pendiri Aftersun Creative mengungkapkan rasa bangganya. Menurutnya, film ini menarik bukan saja karena mengambil latar Jogjakarta, tapi dari perspektif minoritas.

“Orang dengan kultur campuran seperti ini, lalu mendapatkan reaksi yang sangat baik dari penonton Cannes kemarin, menjadi pengalaman yang sangat berarti buat kami," ungkap Annisa Adjam dalam keterangannya.

Dia menyatakan, kehadirannya bersama produser Bagus Suitrawan di Cannes 2026 sebagai bagian dari upaya untuk memperluas jejaring internasional untuk film independen Indonesia, sekaligus membuka peluang perjalanan festival selanjutnya bagi VATERLAND or A Bule Named Yanto.

Baca Juga: Saran Pesulap Merah untuk Sarwendah Usai Dikaitkan dengan Pesugihan Gunung Kawi

"Harapannya justru ini menjadi pembuka agar Yanto bisa terus berpetualang ke berbagai ruang menonton, khususnya di Indonesia dan berbagai negara lainnya," tuturnya.

Cannes Critics’ Week dikenal sebagai program paralel yang secara khusus berfokus pada karya sutradara pendatang baru dan kerap menjadi batu loncatan penting bagi sineas-sineas berbakat di kancah perfilman dunia.

EDITOR: Abdul Rahman