JawaPos.com – Blake Lively dan Justin Baldoni resmi menyelesaikan perselisihan hukum terkait film It Ends With Us.
Dilansir dari laman Cinema Express pada Selasa (5/5), Penyelesaian ini mengakhiri konflik panjang yang sempat berlangsung di pengadilan selama hampir dua tahun.
Kedua pihak akhirnya sepakat untuk menutup perkara tersebut sebelum memasuki tahap persidangan lanjutan.
Kesepakatan damai ini tercapai sekitar dua pekan sebelum jadwal sidang federal dimulai. Selama proses hukum berlangsung, kedua belah pihak saling mengajukan berbagai klaim serius. Konflik tersebut sempat menjadi sorotan publik karena melibatkan isu sensitif di industri hiburan.
Sebelumnya, Lively menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual selama proses syuting film tersebut. Ia juga mengklaim mengalami tindakan pembalasan setelah menyampaikan keberatan.
Selain itu, ia menyebut adanya kampanye daring yang merugikan dirinya.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis, kedua pihak menyampaikan komitmen untuk melangkah maju. Mereka menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan saling menghormati.
Pernyataan tersebut juga menyoroti tujuan bersama untuk mendukung para penyintas kekerasan.
Pihak terkait menyatakan bahwa proses hukum yang dijalani menghadirkan berbagai tantangan. Mereka juga mengakui bahwa kekhawatiran yang disampaikan selama konflik patut diperhatikan.
Dengan adanya penyelesaian ini, diharapkan semua pihak dapat melanjutkan aktivitas secara konstruktif.
Sebelumnya, hakim Lewis Liman telah menolak sebagian besar tuntutan perdata yang diajukan Lively.
Beberapa tuntutan yang tersisa mencakup dugaan pembalasan dan pelanggaran kontrak. Proses hukum ini menunjukkan kompleksitas kasus yang melibatkan berbagai aspek hukum.
Perselisihan bermula pada Desember 2024 ketika gugatan pertama diajukan ke pengadilan. Seiring berjalannya waktu, sejumlah klaim dari kedua pihak gugur karena pertimbangan hukum.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, konflik ini akhirnya ditutup dan memberi ruang bagi kedua pihak untuk melanjutkan karier mereka.