JawaPos.com - Praktisi hukum Tommy Tri Yunanto menilai, vonis yang dijatuhkan kepada aktor Ammar Zoni terlalu berat terkait kasus peredaran narkoba yang di dalam Rutan Salemba, Jakarta Pusat, pada awal tahun 2025.
Tommy menilai bahwa majelis hakim seharusnya tidak hanya berfokus pada satu pihak saja, tapi juga mempertimbangkan faktor sistem dan pihak lain yang memiliki tanggung jawab atas keamanan di dalam lapas. Ia pun menekankan peredaran narkoba di lingkungan tertutup seperti di dalam penjara tidak mungkin terjadi tanpa adanya keterlibatan pihak lain.
"Kalau ada satu peredaran di dalam lapas terus orang itu dihukum, yang salah siapa? Itu kata kuncinya. Kalau yang salah dan yang divonis cuma Ammar Zoni, tentu ini sangat nggak adil. Kenapa? Karena ada beberapa pihak di dalam proses di situ kalau sampai ada peredaran," paparnya.
Menurut Tommy , keberadaan narkoba di dalam lapas seharusnya menjadi perhatian serius dengan menyeret semua pihak yang terlibat. Jika narkoba bisa masuk ke dalam lapas, hal itu menunjukkan adanya kesalahan dalam pengawasan lapas.
Baca Juga: Keberadaan Ayah Kandung Syifa Hadju Disorot, Begini Kata Pamannya
Ia menilai, tanggung jawab atas kesalahan ini tidak semestinya dibebankan sepenuhnya kepada satu pihak saja. Apabila hanya satu pihak saja yang dihukum tanpa mengusut jaringan yang lebih luas, keadilan dinilai belum sepenuhnya dapat ditegakkan.
Tommy menekankan penting untuk mengidentifikasi semua pihak yang terlibat, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam menjaga dan memastikan keamanan di dalam lapas.
"Nah, sekarang di dalam lapas harus diselesaikan dulu ya, harus diselesaikan dulu kenapa bisa terjadi hal tersebut. Siapa saja orang yang berkaitan, sampai di ujungnya. Kalau memang itu nggak bisa dipecahkan, apa harus dihukum selama itu (sampai 7 tahun)?,"ujarnya.
Selain itu, Tommy juga menyoroti rekam jejak Ammar Zoni yang selama ini dikenal sebagai pengguna narkoba, bukan sebagai pengedar obat-obatan terlarang. Menurutnya, perubahan status dari pengguna menjadi pengedar di dalam lapas menimbulkan pertanyaan besar terkait pihak yang mendukung atau memfasilitasi aktivitas tersebut.
"Kita lihat residivis narkobanya Ammar Zoni itu sudah ada historikal bukan pengedar, tapi pemakai. Kalau di dalam dia jadi pengedar, ini pertanyaan besar. Siapa penyokongnya?," ujarnya.
Baca Juga: El Rumi Nikahi Syifa Hadju, Kakak Rizky Nazar Beri Ucapan Selamat
Tommy berharap Ammar Zoni segera menempuh upaya hukum banding. Dengan harapan, majelis hakim dapat benar-benar mempertimbangkan rasa keadilan.
"Saya berharap Ammar Zoni segera melakukan banding, memohon lagi kepada pihak pengadilan untuk bisa meminta satu keadilan. Semoga saja di banding nanti mendapatkan hakim yang benar-benar punya empati," katanya.