← Beranda
Alasan Jerome Polin Tutup Menantea, Salah dalam Operasional hingga Rugi Rp 38 Miliar
Abdul RahmanSelasa, 14 April 2026 | 17.26 WIB
Influencer atau selebgram Jerome Polin. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Konten kreator Jerome Polin bersama sang kakak, Jehian Panangian, resmi mengumumkan penutupan seluruh gerai bisnis minuman kekinian mereka, Menantea, kendati telah tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air. Penutupan ini akan berlaku secara permanen mulai 25 April 2026.

Keputusan tersebut tentu bukan hal mudah. Namun, langkah ini harus diambil setelah berbagai permasalahan serius dalam operasional bisnis terjadi dalam beberapa tahun hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 38 miliar.

Dalam pernyataannya, Jehian mengungkapkan bahwa sejak awal berdiri, mereka belum memiliki kesiapan penuh dalam menghadapi kompleksitas dunia bisnis.

“Tepat 5 tahun yang lalu (10 April 2021), saya dan adik saya (Jerome) membuka toko pertama Menantea. Ini adalah perusahaan pertama kami. Sayangnya, kami belum siap menghadapi sisi gelap dunia bisnis. Kami kurang melakukan riset mendalam terhadap calon mitra, dan tidak rutin melakukan audit internal keuangan,” tulis Jehian yang diunggah di akun Instagram Jerome Polin.

Baca Juga: Melaney Ricardo: Pinkan Mambo itu Aldi Taher Versi Wanita

Permasalahan operasional mulai terungkap setelah ada mitra yang menyampaikan keluhan terkait kondisi di lapangan. Selain itu, ditemukan pula berbagai persoalan lain, mulai supplier datang dengan surat tagihan yang lama tidak terbayar, hingga permasalahan perpajakan.

“Kantor pajak sempat menghubungi saya terkait kesalahan laporan pajak di awal berdirinya Menantea. Selain itu, tim internal juga menemukan indikasi adanya fraud di dalam perusahaan,” ungkapnya.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan untuk menyelamatkan bisnis Menanea. Mulai dari audit investigasi dengan melibatkan kantor akuntan publik, menjalin komunikasi intensif dengan para mitra, memberikan kompensasi kepada karyawan, melunasi tagihan bahan baku, hingga menyelesaikan kewajiban pajak.

“Semua itu kami lakukan dalam dua tahun terakhir, dan sebagian besar menggunakan dana pribadi. Namun kami menyadari, upaya tersebut belum mampu mengembalikan kepercayaan mitra dan pelanggan,” lanjut Jehian.

Demi menghindari permasalahan lebih dalam lagi di masa yang akan datang, akhirnya diputuskan untuk menutup Menantea, bisnis minuman kekinian tepat di usia 5 tahun.

Baca Juga: Alasan Denny Sumargo Wawancarai Anak di Bawah Umur Korban Pelecehan Seksual Ayah Kandung

Sebagai penutupan perpisahan, pihak manajemen memberikan kado spesial berupa promo clearance sale sampai dengan tanggal 25 April 2026 mendatang.

“Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami untuk ke depan. Terima kasih telah menemani Menantea selama lima tahun. Kami mewakili seluruh tim memohon maaf atas kekecewaan yang ditimbulkan,” tandasnya.

EDITOR: Abdul Rahman